HeadlineInfrastruktur

Antisipasi Dampak Kemarau, BBWS Pemali Juana Normalisasi Saluran Irigasi di Kudus dan Pati

1584
×

Antisipasi Dampak Kemarau, BBWS Pemali Juana Normalisasi Saluran Irigasi di Kudus dan Pati

Sebarkan artikel ini

SURABAYA, analisapublik.id | Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana melaksanakan normalisasi saluran irigasi sebagai langkah mengantisipasi dampak musim kemarau sekaligus menjaga kelancaran pasokan air bagi lahan pertanian di Kabupaten Kudus dan Kabupaten Pati.

Kegiatan normalisasi dilakukan pada jaringan irigasi yang memperoleh pasokan air dari Bendung Klambu melalui Daerah Irigasi (D.I.) Klambu Kanan. Pekerjaan tersebut menyasar Saluran Sekunder Undaan sepanjang kurang lebih 8 kilometer, mulai Desa Medini hingga Desa Ngemplak, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus.

Selain itu, normalisasi juga dilaksanakan di Sungai JU 2-2 sepanjang sekitar 9,5 kilometer, mulai Desa Wegil hingga Desa Kasiyan, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati.

Pelaksanaan normalisasi menggunakan alat berat berupa excavator untuk membersihkan sedimentasi, endapan tanah, tumbuhan liar, serta berbagai hambatan lain yang mengganggu aliran air. Pembersihan tersebut dilakukan guna mengembalikan kapasitas dan fungsi saluran irigasi agar tetap optimal dalam mendistribusikan air ke area pertanian.

Dengan kondisi saluran yang lebih bersih dan terbuka, air dari Bendung Klambu diharapkan dapat mengalir lebih lancar dan cepat. Pasokan air juga diharapkan mampu menjangkau wilayah pertanian yang sebelumnya mengalami kendala atau sulit memperoleh aliran air secara maksimal.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga keandalan infrastruktur sumber daya air, khususnya dalam menghadapi berkurangnya ketersediaan air selama musim kemarau. Kelancaran distribusi air irigasi dinilai sangat penting untuk mendukung keberlangsungan kegiatan pertanian dan mencegah terganggunya masa tanam petani.

Kementerian Pekerjaan Umum melalui BBWS Pemali Juana berkomitmen melaksanakan pemeliharaan jaringan irigasi secara berkelanjutan. Pemeliharaan tersebut tidak hanya difokuskan pada penanganan sedimentasi, tetapi juga memastikan seluruh sistem distribusi air dapat berfungsi sesuai kebutuhan masyarakat.

Melalui kegiatan normalisasi ini, kebutuhan air bagi lahan pertanian di wilayah Kudus dan Pati diharapkan tetap terpenuhi. Dengan pasokan air yang terjaga, produktivitas pertanian masyarakat dapat dipertahankan, sekaligus mengurangi risiko kerugian petani akibat kekurangan air pada musim kemarau.

Repoter: Muchamad Rizqy A
Editor: Respatie
Sumber: pu_sda_brantas

Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.