EDITORIALHeadline

Tambalan Jalan Dikeluhkan Tak Awet, Penanganan Ruas Kejayan–Purwosari Gunakan Metode Kupas Ulang Aspal 5 Cm

1538
×

Tambalan Jalan Dikeluhkan Tak Awet, Penanganan Ruas Kejayan–Purwosari Gunakan Metode Kupas Ulang Aspal 5 Cm

Sebarkan artikel ini

PASURUAN – analisapublik.id | Keluhan masyarakat terkait tambalan jalan yang cepat rusak kembali mencuat di ruas Kejayan–Purwosari. Sejumlah pengguna jalan menilai perbaikan yang dilakukan belum memberikan ketahanan jangka panjang, meski secara umum kondisi jalan di ruas tersebut masih tergolong baik.

Berdasarkan data yang dihimpun, kerusakan berat pada ruas Kejayan–Purwosari hanya berada di kisaran 0,3 kilometer dari total panjang sekitar 19 kilometer. Kondisi ini menunjukkan bahwa sebagian besar ruas masih dalam kategori mantap, sementara penanganan difokuskan pada titik-titik yang mulai mengalami penurunan kualitas permukaan.

Persoalan muncul pada tambalan jalan yang dinilai tidak awet, terutama pada titik retak yang kemudian berkembang menjadi lubang. Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan, khususnya kendaraan roda dua yang paling rentan terhadap permukaan jalan tidak rata.

Sebagai langkah penanganan, dilakukan metode teknis berupa pengupasan lapisan aspal sedalam sekitar 5 sentimeter sebelum dilakukan pelapisan ulang. Pendekatan ini diterapkan pada area yang sudah mengalami retak, dengan tujuan mencegah kerusakan berkembang menjadi lubang yang lebih besar serta memperpanjang usia layanan jalan.

Pengerjaan tidak dilakukan secara parsial di titik tertentu saja, melainkan dengan bentangan yang relatif panjang. Metode ini dimaksudkan agar permukaan jalan tetap rata, tidak bergelombang, dan memberikan kenyamanan lebih bagi pengguna jalan saat melintas.

Meski demikian, keluhan masyarakat tetap menjadi perhatian. Kritik yang muncul berkaitan dengan ketahanan hasil perbaikan yang dinilai belum optimal serta kekhawatiran terhadap potensi bahaya jika kerusakan kembali terjadi dalam waktu singkat. Hal ini menuntut adanya evaluasi terhadap kualitas material, metode pelaksanaan, hingga pengawasan di lapangan.

Dalam upaya mencari solusi yang lebih efektif, dilakukan komunikasi dengan pihak yang dikenal aktif mendorong penerapan metode konstruksi jalan yang lebih berkualitas. Langkah ini mencerminkan adanya upaya untuk meningkatkan standar penanganan jalan agar tidak sekadar bersifat tambal sulam, melainkan lebih berkelanjutan.

Secara keseluruhan, kondisi ruas Kejayan–Purwosari menunjukkan bahwa meskipun secara umum masih baik, titik-titik kerusakan tetap memerlukan penanganan yang tepat dan berstandar tinggi. Penanganan jalan tidak hanya dituntut cepat, tetapi juga harus presisi agar tidak menimbulkan keluhan berulang dari masyarakat.

Reporter: Respati
Editor: Kiki Juanda, SE

Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.