HeadlinePeristiwa

Ada Apa Dengan PORDI Jatim, Akses Wartawan dan Pengurus Pordi Sendiri Dilarang Masuk?

847
×

Ada Apa Dengan PORDI Jatim, Akses Wartawan dan Pengurus Pordi Sendiri Dilarang Masuk?

Sebarkan artikel ini

SURABAYA – analisapublik.id – Pelaksanaan Surabaya Domino Tournament 2026 yang digelar oleh Perkumpulan Olahraga Domino Indonesia (PORDI) bersama Higgs Games Island (HGI) di Grand City Convention Hall, Surabaya, menuai sorotan publik. Event berskala nasional dengan total hadiah mencapai Rp200 juta tersebut justru diwarnai polemik pembatasan akses bagi pengurus organisasi hingga wartawan.

Permasalahan muncul saat sejumlah pengurus PORDI mengaku tidak dapat memasuki area kegiatan, meskipun hadir dengan atribut resmi organisasi. Mereka ditolak oleh petugas di lokasi dengan alasan tidak memiliki kartu identitas (ID card) dari panitia penyelenggara.

Salah satu pengurus PORDI menyampaikan bahwa kondisi tersebut menimbulkan kebingungan, mengingat kehadiran mereka merupakan bagian dari struktur organisasi, meskipun tidak terlibat langsung sebagai panitia teknis.

“Sebagai bagian dari organisasi, seharusnya ada akses atau mekanisme yang jelas. Tidak semua pengurus masuk dalam kepanitiaan, tetapi tetap memiliki kepentingan dalam kegiatan ini,” ujarnya.

Situasi serupa juga dialami oleh sejumlah wartawan yang hendak melakukan peliputan. Meski telah memperkenalkan diri sebagai jurnalis, mereka tetap tidak diperkenankan masuk ke area acara karena tidak mengantongi identitas resmi dari panitia.

Kondisi ini memicu kritik terhadap aspek tata kelola dan profesionalisme penyelenggaraan, terutama karena kegiatan tersebut membawa label nasional dan melibatkan partisipasi luas dari berbagai daerah.

Selain itu, sorotan juga mengarah pada aspek kelembagaan PORDI. Berdasarkan informasi yang beredar, organisasi tersebut disebut belum terdaftar secara resmi sebagai anggota Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). Hal ini menimbulkan pertanyaan terkait legitimasi dan standar penyelenggaraan event olahraga yang mengatasnamakan organisasi tersebut.

Di tengah polemik yang berkembang, turnamen tetap berlangsung dengan diikuti peserta dari berbagai wilayah. Namun, pembatasan akses yang dinilai ketat serta minimnya keterbukaan informasi dinilai berpotensi mengurangi prinsip inklusivitas dalam pengembangan olahraga domino di Indonesia.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak panitia penyelenggara maupun Ketua PORDI Jawa Timur, H. Muhammad Alyas, SH, MH, belum memberikan keterangan resmi terkait pembatasan akses dan keluhan yang disampaikan oleh pengurus serta awak media di lapangan.

Reporter: Kiki Juanda, SE

Editor: H. Muhajir Wahyu Ramadhan

Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.