BALI – analisapublik.id | Upaya menjaga kualitas infrastruktur jalan nasional di Bali terus diperkuat melalui skema pemeliharaan rutin yang dijalankan secara sistematis. Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur–Bali melalui PPK 2.1 Provinsi Bali menitikberatkan penanganan pada ruas strategis Km 124 Denpasar (Bon Dalem/Desa Tembok) hingga batas Kota Amlapura (Km 83+400) sebagai bagian dari koridor mobilitas utama di wilayah Bali timur.
Pemeliharaan ini tidak hanya bersifat reaktif terhadap kerusakan, melainkan dirancang sebagai langkah preventif untuk menjaga standar pelayanan jalan tetap optimal. Dalam konteks tersebut, pekerjaan lapangan difokuskan pada beberapa komponen teknis yang saling berkaitan, mulai dari aspek keselamatan visual pengguna jalan hingga ketahanan struktur perkerasan.
Salah satu intervensi utama adalah pengendalian tanaman di sepanjang sisi jalan dengan panjang penanganan mencapai 600 meter. Vegetasi liar yang tumbuh di bahu jalan berpotensi mengganggu jarak pandang pengendara, terutama pada segmen dengan tikungan atau kepadatan lalu lintas tertentu. Oleh karena itu, penanganan ini diarahkan untuk memastikan ruang pandang tetap terbuka dan mendukung keselamatan berkendara.
Selanjutnya, BBPJN juga melakukan pembersihan drainase pada titik Km 81+350 sepanjang 250 meter. Drainase yang tidak terawat berisiko menimbulkan genangan air di permukaan jalan, yang dalam jangka panjang dapat mempercepat degradasi perkerasan. Melalui normalisasi saluran air ini, fungsi hidrologis jalan dijaga agar tetap optimal, sekaligus meminimalisir potensi kerusakan struktural.
Sebagai bagian dari pemeliharaan kualitas perkerasan, dilakukan pula pekerjaan Campuran Aspal Panas (CAP) pada STA 0+008 Ruas I Segmen II sepanjang 35 meter. Penanganan ini difokuskan pada titik yang membutuhkan peningkatan kondisi permukaan jalan, sehingga tingkat kemantapan ruas dapat dipertahankan sesuai standar teknis yang ditetapkan.
Rangkaian pekerjaan tersebut menunjukkan bahwa preservasi jalan nasional tidak hanya berorientasi pada perbaikan fisik, tetapi juga menjaga kesinambungan fungsi jalan sebagai infrastruktur publik yang vital. Dengan pendekatan ini, setiap elemen penanganan—baik vegetasi, drainase, maupun perkerasan—ditangani secara terpadu dalam satu sistem pemeliharaan berkelanjutan.
BBPJN Jawa Timur–Bali menegaskan bahwa konsistensi dalam pemeliharaan rutin menjadi faktor kunci dalam menjaga performa jaringan jalan nasional, khususnya pada wilayah dengan intensitas pergerakan tinggi. Kondisi jalan yang terjaga tidak hanya meningkatkan kenyamanan pengguna, tetapi juga mendukung kelancaran aktivitas ekonomi dan konektivitas antarwilayah.
Upaya ini sekaligus merefleksikan komitmen berkelanjutan pemerintah dalam menghadirkan infrastruktur yang andal dan berdampak langsung bagi masyarakat, sebagaimana digaungkan dalam semangat #SigapMembangunNegeriUntukRakyat.
Sumber: BBPJN Jawa Timur – Bali
Reporter: Rijen Senario
Editor: Respati






