JAKARTA – analisapublik.id | Transformasi fungsi kehumasan di tubuh Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) memasuki fase baru. Wakil Kepala Polri, Dedi Prasetyo, menegaskan bahwa peran Humas kini tidak lagi terbatas sebagai penyampai informasi, melainkan telah berkembang menjadi pusat komunikasi strategis (strategic communication hub) yang mengelola persepsi publik sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam kegiatan Rapat Kerja Teknis Humas Polri yang berlangsung di Jakarta, Rabu (16/4/2026). Forum ini menjadi momentum konsolidasi nasional dalam merespons perubahan lanskap komunikasi publik yang semakin dinamis, terutama di era digital.
Dalam arahannya, Wakapolri menekankan bahwa percepatan arus informasi menuntut perubahan paradigma komunikasi institusi. Humas Polri harus bertransformasi dari pola komunikasi yang bersifat reaktif menjadi proaktif, dengan kemampuan mengelola narasi secara cepat, akurat, dan kredibel.
“Peran Humas Polri saat ini tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga mengelola persepsi publik dan menjaga kepercayaan masyarakat,” ujar Dedi Prasetyo.
Ia menjelaskan, tantangan komunikasi saat ini tidak hanya berasal dari kebutuhan transparansi, tetapi juga dari maraknya disinformasi yang beredar di ruang digital. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat apabila tidak ditangani secara sistematis.
Karena itu, tanggung jawab komunikasi publik tidak lagi menjadi domain eksklusif fungsi kehumasan. Seluruh personel Polri dituntut memiliki kompetensi komunikasi yang baik, akurat, serta mengedepankan pendekatan humanis dalam berinteraksi dengan masyarakat. Pendekatan ini dinilai krusial dalam membangun legitimasi institusi di tengah meningkatnya ekspektasi publik terhadap keterbukaan informasi.
Rakernis Humas Polri sendiri difungsikan sebagai forum strategis untuk menyelaraskan pesan komunikasi di seluruh jajaran, memperkuat kapasitas sumber daya manusia, serta meningkatkan kualitas penyampaian informasi kepada publik secara terintegrasi.
Dengan penguatan fungsi kehumasan yang adaptif dan berbasis strategi komunikasi modern, Polri diharapkan mampu mempertahankan kredibilitas institusi sekaligus memperkuat hubungan dengan masyarakat di tengah kompleksitas ekosistem informasi digital.
Sumber: Divisi Humas Polri
Reporter: Rijen Senario
Editor: Respati






