HeadlinePemerintahan

Sinergi Australia dan Universitas Kristen Petra di Surabaya , Ingin Hasil Panen Nila dan Sayur Organik Masuk ke Hotel

290
×

Sinergi Australia dan Universitas Kristen Petra di Surabaya , Ingin Hasil Panen Nila dan Sayur Organik Masuk ke Hotel

Sebarkan artikel ini

SURABAYA, analisapublik.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memberikan dukungan penuh terhadap program kerja sama antara Universitas Kristen (UK) Petra dan Konsulat Jenderal (Konjen) Australia di Surabaya. Kolaborasi ini mencapai puncaknya pada panen perdana ikan nila dan sayur organik yang berlangsung di Taman Teman Jalan Jemursari V, Kelurahan Jemur Wonosari, Kecamatan Wonocolo, Selasa (2/12/2025).

Panen perdana ini adalah hasil budidaya dari program hibah Australia Direct Aid Program (DAP) 2024-2025. Program tersebut berfokus pada pemberdayaan perempuan melalui budidaya ikan nila dan sayur hidroponik dengan teknologi recirculating aquaculture system (RAS).

Acara panen dihadiri langsung oleh Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bersama Ketua TP PKK Rini Indriyani. Hadir pula Konsul Jenderal Australia di Surabaya Glen Askew dan Rektor UK Petra Surabaya Prof. Rolly Intan.

Dari budidaya intensif ini, sekitar 600 ekor ikan nila berhasil dipanen dan langsung dilelang di lokasi acara, menandai keberhasilan teknologi dan semangat gotong royong warga.

Wali Kota Eri Cahyadi mengapresiasi kolaborasi lintas sektor antara UK Petra dan Konjen Australia ini, menilai inovasi tersebut langsung bermanfaat bagi warga.

Baca Juga:  Lebih Dari 500 Petugas Jukir Surabaya Belum Perpanjang KTA , Dishub Imbau Segara Lakukan Verifikasi

“Alhamdulillah, kita ditunjukkan bagaimana kalau kita ini bersinergi dan berkolaborasi bisa menciptakan sesuatu yang baru dan sesuatu itu bermanfaat untuk kepentingan masyarakat. Dan itu tidak terlepas dari teknologi dan pendidikan,” ujar Wali Kota Eri.

Namun, Cak Eri, panggilan akrabnya, meminta Perangkat Daerah (PD) terkait agar Taman Teman tidak hanya menjadi lokasi percontohan, tetapi harus mampu memenuhi kebutuhan pasar secara berkelanjutan.

“Saya tidak ingin ini (Taman Teman) hanya dibuat tempat kunjungan, ketika nanti ada tamu datang ditunjukkan di sini, dilihat berhasil tapi dalam jumlah kecil,” kata Cak Eri.

Wali Kota Eri secara tegas menginstruksikan Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan (Dinkopdag) bersama Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) untuk mendata kebutuhan pasar. Tujuannya agar hasil produksi ikan nila dan sayur hidroponik dapat menjawab permintaan hotel, restoran, maupun supermarket di Kota Pahlawan.

“Contoh selada air, maka kita harus tahu hotel yang ada di Surabaya ini butuh selada air berapa per hari,” tambahnya. “Kayu nila ini hasilnya bagus, bisa masuk ke supermarket.”

Baca Juga:  Sikat Kabel Ilegal, Pemkot Surabaya Tertibkan Jaringan FO di Jalur Protokol

Cak Eri juga menekankan pentingnya kerja sama Pemkot Surabaya dengan perguruan tinggi dalam pengembangan inovasi yang berdampak langsung untuk masyarakat.

“Pemerintah kota tidak bisa sendiri. Jadi membutuhkan kolaborasi untuk sesuatu yang luar biasa. Maka saya berharap ini bisa dilakukan,” katanya.

Oleh sebab itu, ia meminta UK Petra menjadi pendamping utama pengembangan kawasan Taman Teman. Pemkot juga berencana mengembangkan titik-titik pemberdayaan masyarakat serupa di wilayah lain dengan menggandeng perguruan tinggi lainnya.

“Saya yakin dengan pemerintah kota bergerak bersama perguruan tinggi, maka semua inovasi akan jauh lebih berkembang dan semua nanti akan juga bermanfaat bagi masyarakat,” tuturnya.

Sementara itu, Rektor UK Petra Surabaya, Prof. Rolly Intan, menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai pihak. Ia menyebut panen perdana ini menjadi bukti nyata kolaborasi antara lembaga pendidikan, pemerintah, dan masyarakat.

“Hari ini saya kira bukan sekadar panen. Ini adalah sebuah bukti nyata bahwa kolaborasi yang tulus antara lembaga pendidikan, pemerintah dan masyarakat akan membawa sebuah perubahan yang besar,” ujar Prof. Rolly Intan.

Baca Juga:  Transformasi Eks Hi-Tech Mall Kian DIkebut , Pemkot Surabaya Siapkan Pusat Teknologi dan Kreativitas Anak Muda

Ia memuji ketekunan Kelompok Tani Serpis yang digerakkan oleh para ibu-ibu. “Semangat ketekunan dan kegigihan ibu-ibu telah menjadi kekuatan sejati dari proyek ini. Dan mungkin tidak berlebihan kami menganggap ibu-ibu ini adalah pahlawan keluarga yang luar biasa,” katanya.

Prof. Rolly berharap program ini memberikan peluang ekonomi baru bagi perempuan dan menghadirkan pangan sehat di perkotaan, yang pada akhirnya memberikan dampak transformasional bagi masyarakat setempat.

(Res)

Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.