HeadlinePemerintahan

Sebanyak 79 Pejabat Administrator dan Pengawas Pemkot Surabaya Dirotasi

257
×

Sebanyak 79 Pejabat Administrator dan Pengawas Pemkot Surabaya Dirotasi

Sebarkan artikel ini

SURABAYA, analisapublik.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya kembali melakukan perombakan besar di jajaran birokrasi menjelang akhir tahun. Sebanyak 79 Pejabat Administrator (Eselon III) dan Pejabat Pengawas (Eselon IV) resmi dilantik dan dirotasi di Lobby Balai Kota Lantai 2 pada Senin (15/12/2025).

Rotasi masif ini menyasar pejabat yang telah menduduki posisi mereka selama lebih dari tiga tahun. Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menegaskan bahwa mutasi berkala adalah komitmen fundamental Pemkot untuk mencegah stagnasi dan meningkatkan kemampuan adaptasi birokrat.

“Pelantikan ini memastikan yang sudah menjabat tiga tahun tapi belum ikut dirotasi pada bulan Mei lalu, ikut saya rotasi. Saya ingin kita harus punya komitmen, ketika tiga tahun bahkan empat tahun ya harus sudah pindah,” tegas Wali Kota Eri Cahyadi, memberikan sinyal keras bahwa kultur anti-nyaman harus ditanamkan.

Menepis “Zona Nyaman” di Birokrasi
Wali Kota Eri menekankan bahwa pejabat yang terlalu lama di posisi yang sama akan kehilangan ketajaman dalam beradaptasi dan menghadapi tantangan baru.

Baca Juga:  Pasar Murah AGP 2025 Kembali Hadir di Surabaya, Ringankan Beban Warga dan Jaga Akses Pangan Terjangkau

“Ada pejabat sampai delapan tahun bahkan 10 tahun di posisi yang sama. Berarti kan dia tidak punya kemampuan untuk beradaptasi ketika dia menghadapi tekanan-tekanan dari Perangkat Daerah (PD) lainnya. Maka kesempurnaan mereka sebelum menjadi Kepala Dinas itu harus mampu beradaptasi dengan permasalahan-permasalahan yang ada,” papar Eri, menggarisbawahi pentingnya memiliki kepemimpinan yang adaptif.

Ia menjelaskan, waktu pelantikan yang dipilih menjelang akhir tahun ini berkaitan erat dengan pertanggungjawaban anggaran. “Kalau akhir tahun kan pertanggungjawabannya sampai anggaran selesai. Kalau tidak selesai di tengah-tengah, siapa yang bertanggung jawab terhadap anggarannya. Maka ini dilakukan pada yang di akhir tahun pasti akan selalu begitu,” jelasnya.

Rotasi kali ini fokus pada Eselon III dan IV karena kebutuhan mendesak di kedua level tersebut. Namun, Wali Kota Eri memberi bocoran bahwa gelombang rotasi selanjutnya untuk eselon lainnya masih menunggu hasil evaluasi dari Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) Pemkot Surabaya.

“Di mana Pun Diletakkan, Kalian Harus Jadi Mutiara”
Di akhir sambutannya, Eri Cahyadi memberikan pesan yang menantang kepada para pejabat baru. Rotasi ini adalah uji coba untuk mengukur kualitas kepemimpinan sejati, bukan sekadar keterampilan teknis.

Baca Juga:  Rp 3,5 Miliar Terkumpul Dalam Satu Malam Wali Kota Eri Pimpin Surabaya Charity Night untuk Korban Bencana Sumatera

“Kalau hari ini berhasil, apakah di tempat yang baru akan berhasil?. Maka seorang harus memiliki karakter yang kuat, di mana pun kalian diletakkan, kalian harus bisa menjadi mutiara,” pesannya.

Ia menekankan, keberhasilan di tempat lama yang gagal diulangi di tempat baru menunjukkan bahwa pejabat tersebut bukan seorang manajer yang cakap, melainkan hanya ditopang oleh kekuatan internal tim lamanya. Rotasi ini, ujarnya, adalah pembuktian kemampuan adaptif yang dimiliki.

“Nanti akan ada gelombang selanjutnya di tahun ini, untuk eselon yang lainnya,” pungkas Wali Kota Eri, mengindikasikan bahwa pergerakan di jajaran Pemkot Surabaya belum akan berhenti.

(Res)

Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.