HeadlinePeristiwa

Ratusan Korban Selamat KMP Mutiara Sentosa II Tiba di Tanjung Perak

2
×

Ratusan Korban Selamat KMP Mutiara Sentosa II Tiba di Tanjung Perak

Sebarkan artikel ini
Kedatangan para penyintas disambut petugas gabungan yang telah bersiaga untuk melakukan pemeriksaan kesehatan.

SURABAYA, analisapublik.id – Ratusan korban selamat kebakaran KMP Mutiara Sentosa II tiba di Terminal Gapura Surya Nusantara (GSN), Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, setelah dievakuasi dari perairan utara Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Kedatangan para penyintas disambut petugas gabungan yang telah bersiaga untuk melakukan pemeriksaan kesehatan, pendataan identitas, hingga memfasilitasi pemulangan korban ke daerah asal. Senin (3/8/2026).

Musibah kebakaran kapal penyeberangan rute Surabaya–Makassar itu terjadi pada Minggu (2/8/2026). Api diduga pertama kali muncul dari dek kendaraan sebelum dengan cepat membesar dan memaksa ratusan penumpang serta awak kapal menyelamatkan diri. Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan tim gabungan.

Berdasarkan data manifest, kapal tersebut mengangkut 232 penumpang, 39 anak buah kapal (ABK), serta 181 unit kendaraan. Proses evakuasi melibatkan Basarnas, TNI AL, Polairud, KSOP, Pelindo, kapal niaga, hingga nelayan yang berada di sekitar lokasi kejadian.

Setibanya di Surabaya, para penyintas langsung menjalani pemeriksaan kesehatan, verifikasi identitas, serta pendataan ulang karena proses pencocokan manifest masih terus dilakukan. Sejumlah korban yang mengalami luka maupun gangguan pernapasan akibat menghirup asap langsung dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

Baca Juga:  KM Mutiara Sentosa II Terbakar di Laut Jawa, Kemenhub Kerahkan Kapal Patroli untuk Evakuasi

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi yang meninjau langsung penanganan korban di Pelabuhan Tanjung Perak menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan memastikan seluruh unsur pemerintah bekerja maksimal dalam operasi penyelamatan.

“Kami menyampaikan duka cita mendalam atas musibah ini. Kami memastikan proses evakuasi dilakukan secara optimal sehingga seluruh penumpang dan awak kapal dapat ditemukan serta memperoleh penanganan yang diperlukan,” ujar Dudy.

Menurutnya, fokus utama pemerintah saat ini adalah memastikan seluruh korban terdata dengan benar, mengingat proses pencocokan manifest masih berlangsung.

“Satu per satu korban yang tiba kami cocokkan dengan data manifest agar keluarga memperoleh kepastian. Kami juga menemukan adanya ketidaksesuaian data yang masih harus diverifikasi,” katanya.

Menhub menegaskan pemerintah belum akan berspekulasi mengenai penyebab kebakaran. Seluruh proses investigasi diserahkan kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) bersama tim investigasi Kementerian Perhubungan.

“Kami akan melakukan evaluasi menyeluruh setelah hasil investigasi keluar. Ini menjadi pelajaran penting untuk memperkuat aspek keselamatan pelayaran nasional,” tegasnya.

Di lokasi yang sama, Sub Regional Head Jawa Pelindo Regional 3 Purwanto Wahyu Widodo mengatakan seluruh fasilitas pelabuhan telah disiapkan untuk mempercepat penanganan korban, mulai dari posko terpadu, ruang registrasi, layanan kesehatan, ambulans, hingga ruang tunggu keluarga.

Baca Juga:  KM Mutiara Sentosa II Terbakar di Laut Jawa, Kemenhub Kerahkan Kapal Patroli untuk Evakuasi

“Kami memastikan seluruh korban yang tiba mendapatkan pelayanan terbaik. Koordinasi dilakukan bersama Basarnas, KSOP, TNI-Polri, tenaga kesehatan, Jasa Raharja, dan instansi terkait agar proses penanganan berjalan cepat dan tertib,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo menyatakan pemerintah daerah turut mendukung penuh operasi penyelamatan sejak hari pertama kejadian. Korban yang lebih dahulu dievakuasi ke Pelabuhan Kalianget langsung mendapatkan penanganan medis sebelum diberangkatkan menuju Surabaya.

“Kami mengerahkan seluruh sumber daya yang tersedia untuk membantu proses evakuasi dan memastikan korban memperoleh pelayanan kesehatan secepat mungkin,” kata Achmad Fauzi.

Hingga Senin siang, tim SAR gabungan masih melanjutkan pencarian terhadap korban yang belum ditemukan. Operasi melibatkan kapal SAR, unsur TNI AL, Polairud, KSOP, kapal-kapal yang melintas, serta nelayan di sekitar lokasi kejadian.

Pemerintah memastikan pencarian akan terus dilakukan hingga seluruh korban ditemukan. Di sisi lain, evaluasi terhadap sistem keselamatan pelayaran, kepatuhan operator kapal, dan validitas data manifest penumpang juga akan menjadi perhatian serius agar kejadian serupa tidak kembali terulang. (*)

Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.