Malang, analisapublik.id- Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Kepolisian Resor (Polres) Malang mengintensifkan program edukasi keamanan berkendara dengan menyasar sejumlah sekolah di wilayah Kabupaten Malang, Jawa Timur. Langkah ini diambil untuk menekan tingginya potensi dan angka kecelakaan lalu lintas, terutama yang melibatkan kalangan pelajar.
Fokus Pencegahan Dini pada Pelajar
Kepala Satlantas Polres Malang, AKP Muhammad Alif Chelvin Arliska, di Malang, Selasa, menyatakan bahwa edukasi dini sangat penting mengingat tingginya angka kecelakaan di Kabupaten Malang dan pelajar merupakan kelompok yang dinilai rentan.
”Kami menanamkan kedisiplinan sejak dini. Banyak pelajar sudah berani berkendara tanpa SIM, tidak memakai helm, hingga melawan arus. Ini sangat berbahaya, sehingga pencegahan harus dimulai dari sekolah,” kata AKP Chelvin.
Sekolah yang menjadi lokasi sosialisasi meliputi:
- SD Ulil Albab Kepanjen
- SD Negeri Pakisaji
- SMP PGRI 01 Singosari
- SMK Negeri 10 Malang
Bagian dari Operasi Zebra Semeru 2025
Edukasi keselamatan berlalu lintas ini juga merupakan bagian dari rangkaian pelaksanaan Operasi Zebra Semeru 2025 yang berlangsung pada 17-30 November 2025, menyasar seluruh lapisan masyarakat.
Tingginya Angka Kecelakaan di Kabupaten Malang
Data Satlantas Polres Malang menunjukkan bahwa angka kejadian kecelakaan lalu lintas di wilayah Kabupaten Malang sepanjang periode Januari hingga November 2025 mencapai 723 kasus.
Dari total kasus tersebut, tercatat:
- 141 orang meninggal dunia
- 10 orang mengalami luka berat
- 1.114 orang mengalami luka ringan
Angka ini menunjukkan masih tingginya kasus kecelakaan sehingga perlu terus ditekan melalui peningkatan kesadaran, termasuk kepada para pelajar.
Materi Edukasi dan Harapan Petugas
Materi edukasi yang diberikan meliputi:
- Aturan lalu lintas
- Pentingnya penggunaan helm Standar Nasional Indonesia (SNI)
- Larangan berkendara bagi anak di bawah umur
- Cara selamat saat menjadi pengguna jalan
AKP Chelvin berharap para pelajar dapat menjadi agen perubahan. “Para pelajar ini harus berani melakukan teguran jika menemukan perilaku yang membahayakan di jalan,” ucapnya.
Di setiap sekolah, petugas berdialog dan mengajak siswa dalam permainan edukatif untuk membentuk kesadaran berkendara secara aman. “Harapan kami, para pelajar menjadi duta keselamatan berkendara bagi teman dan keluarganya,” tutupnya.
Pemasangan Baliho di Titik Rawan
Selain edukasi di sekolah, kepolisian setempat juga melakukan pemasangan bertahap 60 baliho dan spanduk berisi imbauan keselamatan berkendara. Pemasangan dilakukan di sejumlah ruas jalan rawan kecelakaan, seperti di Jalan Raya Metro dan Jalan Raya Jalur Lingkar Barat (Jalibar) di Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang.( wa/an)






