Pemerintahan

Pemprov Jatim Perkuat Kerja Sama dengan Australia di Sektor Pangan hingga KUKM

254
×

Pemprov Jatim Perkuat Kerja Sama dengan Australia di Sektor Pangan hingga KUKM

Sebarkan artikel ini

Surabaya, analisapublik.id — Pemerintah Provinsi Jawa Timur mempererat hubungan dengan Australia melalui kerja sama strategis dalam bidang ketahanan pangan, energi terbarukan, serta pengembangan koperasi, usaha kecil, dan menengah (KUKM).

“Program kerja sama ini akan sangat bagus sekali dalam meningkatkan produktivitas jagung di Jawa Timur, yang saat ini sekitar 35 persen dari produksi jagung nasional berasal dari Jawa Timur,” ujar Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi Surabaya pada Selasa (5/8).

Setelah pertemuan dengan Menteri Pembangunan Internasional, Multikultural, dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Australia Anne Aly, Khofifah menjelaskan bahwa salah satu fokus kerja sama yang dibahas adalah penguatan sektor pertanian, khususnya komoditas jagung.

Menurutnya, Australia selama ini telah berkontribusi pada peningkatan produktivitas jagung di Jatim melalui penyediaan bibit unggul.

Selain sektor pertanian, Jawa Timur dan Australia juga menjajaki potensi kerja sama di bidang energi terbarukan.

Inovasi energi berbasis rumput laut yang dikembangkan oleh Universitas Trunojoyo Madura (UTM) bersama mitra dari Australia dinilai berpotensi menjadi sumber pembangkit energi sekaligus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat pesisir.

Baca Juga:  Pemprov Sumsel Replikasi Program Unggulan Klinik Hoaks Milik Pemprov Jatim

“Ini berpotensi menjadi power plant di daerah terdekat dari program ini. Apabila ini dapat dikembangkan, tentu akan memberikan nilai tambah dan kesejahteraan bagi masyarakat di sekitar tambak,” katanya.

Khofifah juga mendorong penguatan koperasi dan UKM melalui program Koperasi Merah Putih.

Menurutnya, terdapat lebih dari 8.000 desa dan kelurahan di Jawa Timur yang memerlukan penguatan dalam manajemen rantai pasok.

“Mudah-mudahan kita berkesempatan untuk mengirim tim belajar ke Australia, terutama terkait manajemen mata rantai pasok. Ini bukanlah hal yang sederhana,” ucapnya.

Ia juga menyoroti potensi pengembangan koperasi susu. Saat ini, produksi susu nasional baru memenuhi sekitar 21 persen kebutuhan, dan 60 persen di antaranya berasal dari Jawa Timur.

“Apabila koperasi-koperasi susu kita dapat memperoleh pembelajaran di Australia, saya rasa potensi Jawa Timur dapat dikembangkan secara lebih signifikan lagi,” tuturnya.

Sementara itu, Menteri Pembangunan Internasional, Multikultural, dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Australia Anne Aly menyampaikan apresiasinya atas sambutan hangat dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Baca Juga:  Pemprov Jatim Kirim Ribuan Ton Logistik untuk Korban Banjir Pidie Jaya

Ia menegaskan komitmen negaranya untuk terus menjadi mitra strategis Indonesia, khususnya Jawa Timur.

“Kita memiliki hubungan yang sangat kuat, dan Australia berkomitmen untuk menjadi partner yang dapat diandalkan dan tetangga yang baik bagi Indonesia,” kata Anne Aly. ( wa/ar)