SURABAYA, analisapublik.id – Pemerintah Kota Surabaya mengembangkan Kebun Raya Mangrove (KRM) menjadi living lab atau laboratorium pembelajaran terbuka. Pengembangan tersebut memadukan fungsi konservasi, edukasi, olahraga, dan penelitian dalam satu kawasan wisata.
Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Kota Surabaya, Agus Imam Sonhaji, mengatakan pengunjung nantinya dapat belajar mengenai energi terbarukan secara langsung di kawasan KRM. Fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan oleh berbagai kalangan, mulai pelajar sekolah dasar hingga peneliti.
“Kita buat model mininya di sini agar anak-anak bisa melihat langsung bagaimana matahari, angin, dan sampah dapat diolah menjadi listrik,” kata Agus, Rabu (22/7/2026).
Selain sebagai sarana edukasi, Pemkot Surabaya juga memperkuat fungsi KRM sebagai ruang terbuka hijau. Berdasarkan kajian urban heat, kawasan tersebut tercatat sebagai salah satu wilayah dengan suhu paling sejuk di Surabaya karena memiliki hutan mangrove yang lebat.
Untuk meningkatkan daya tarik kawasan, Pemkot Surabaya membangun jalur baru sepanjang dua kilometer di atas pematang tambak. Jalur tersebut akan digunakan untuk pertama kalinya dalam ajang “Mangrove Eco Run” pada Minggu (26/7/2026).
“Kami ingin KRM tidak hanya menjadi tempat wisata, tetapi juga pusat pembelajaran lingkungan, sarana olahraga, dan lokasi penelitian,” ujar Agus.
Melalui pengembangan tiga fungsi tersebut, Pemkot Surabaya menargetkan Kebun Raya Mangrove menjadi destinasi wisata edukatif yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.












