HeadlinePemerintahan

Pemkot Surabaya Segera Bangun JPO Tunjungan Baru dengan Dana Investor

434
×

Pemkot Surabaya Segera Bangun JPO Tunjungan Baru dengan Dana Investor

Sebarkan artikel ini

SURABAYA, analisapublik.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya berencana membangun ulang Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Jalan Tunjungan. Proyek ini mendapat dukungan penuh dari investor yang akan menanggung seluruh biaya pembangunan.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menjelaskan bahwa JPO lama sudah tidak layak pakai dan berpotensi membahayakan warga. Karena itu, JPO tersebut dibongkar dan akan segera dibangun yang baru.

“Karena kekuatannya (jembatan) sudah tidak kuat, kalau dibiarkan roboh, bahaya. Makanya didandani (diperbaiki) kan. Nah, nanti kalau dibangun lagi itu harus disesuaikan dengan kondisi yang sekarang,” ujar Wali Kota Eri, Selasa (12/8/2025).

Gandeng Investor, Proyek Tidak Bebani APBD
Wali Kota Eri memastikan bahwa pembangunan JPO Tunjungan tidak akan membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Surabaya. Sebab, seluruh anggaran pembangunan akan didanai oleh investor.

“Anggaran dari investor, yang membangun dia,” tegasnya.

Menurutnya, skema kerja sama ini memungkinkan pihak investor memanfaatkan JPO sebagai lokasi reklame untuk mengembalikan modal yang dikeluarkan. “Jadi kan yang mengelola seperti JPO, berarti nanti ketika ada penggunaan anggaran dari mereka, maka mereka bisa memanfaatkan untuk reklame, untuk mengembalikan modal,” paparnya.

Baca Juga:  Sikat Kabel Ilegal, Pemkot Surabaya Tertibkan Jaringan FO di Jalur Protokol

Wali Kota Eri juga mencontohkan skema serupa yang sudah berjalan di beberapa proyek lain, seperti pembangunan Taman Harmoni yang melibatkan investor sebagai “wali taman.”

“Kayak Taman Harmoni kemarin, saya punya wali taman. Jadi nanti yang di Jalan Diponegoro, Jalan Basuki Rachmat, juga sama seperti itu (melibatkan investor),” katanya.

Desain JPO Baru Lebih Estetik dan Terbuka
Meski JPO Jalan Tunjungan dibangun oleh investor, Wali Kota Eri meminta agar pembangunan jembatan tersebut tetap memperhatikan estetika di lingkungan sekitar. JPO baru harus terkoneksi dengan lingkungan dan memiliki desain terbuka yang lebih menarik, berbeda dari JPO lama yang tertutup.

“Jadi harus terkoneksi dengan lingkungan sekitar. Karena kan sekarang bentuknya sudah seperti itu, tidak bisa dibuat tertutup. Silakan nanti dengan Dinas Cipta Karya, soal tata ruang, terus bentuk-bentuk jembatannya,” jelasnya.

Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Surabaya, Wiwiek Widayati, menyebutkan bahwa JPO lama yang dibangun pada tahun 1987 kondisinya sudah rapuh berdasarkan hasil kajian tim independen.

Baca Juga:  Efektif Tingkatkan Fokus Siswa, Pembatasan Gadget di Sekolah Surabaya Mulai Berbuah Manis

“Berdasarkan kajian tim independen, jembatan itu memang sudah ada yang rapuh. Karena itu, harus segera diselamatkan. Makanya harus dilakukan pembongkaran dan nanti akan dibangun kembali,” ujar Wiwiek.

Pembangunan JPO baru ditargetkan selesai pada Desember 2025 dan diharapkan bisa digunakan masyarakat umum pada awal tahun 2026. Fungsinya tetap sebagai JPO, menghubungkan orang dari Siola menuju Jalan Tanjung Anom. JPO baru ini akan tetap terkoneksi dengan Mal Pelayanan Publik (MPP) Siola dan dirancang dengan estetika yang lebih menonjol, bahkan berpotensi menjadi spot foto menarik.

“Kami juga memastikan pembangunan jembatan tidak akan mengganggu aktivitas masyarakat, karena sudah dilakukan penyesuaian waktunya,” tutup Wiwiek.

(Res)

Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.