BANGKALAN, ANALISA PUBLIK — Pekerjaan Pemeliharaan Sungai Patesan di Desa Sepulu, Kecamatan Sepulu, Kabupaten Bangkalan, mencatat realisasi fisik sebesar 91,818 persen hingga minggu kesembilan pelaksanaan atau per 29 Agustus 2026.
Capaian tersebut melampaui rencana pekerjaan pada periode yang sama sebesar 69,571 persen. Dengan demikian, terdapat deviasi positif 22,247 persen yang menunjukkan pelaksanaan pekerjaan berjalan lebih cepat dibandingkan jadwal.
Pekerjaan dilaksanakan Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA) Provinsi Jawa Timur melalui UPT PSDA Wilayah Sungai Kepulauan Madura di Pamekasan.
Pemeliharaan dilakukan untuk menangani kerusakan perkuatan tebing Sungai Patesan berupa pasangan batu kali yang menyebabkan sejumlah titik tebing berada dalam kondisi kritis.
Selain persoalan tebing, terdapat konstruksi jembatan akses menuju rumah warga yang secara teknis dinilai mengganggu aliran sungai dan berpotensi menimbulkan backwater atau aliran balik ketika debit air meningkat.
Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko luapan air melewati tanggul dan berdampak terhadap permukiman maupun aktivitas masyarakat di sekitar sungai.
Penanganan dilakukan melalui perbaikan perkuatan tebing menggunakan pasangan batu kali serta pembongkaran dan pembangunan kembali jembatan sesuai rekomendasi teknis Dinas PU SDA Provinsi Jawa Timur.
Anggaran Rp1 Miliar, Tangani 284,8 Meter
Berdasarkan data pekerjaan, Pemeliharaan Sungai Patesan memiliki pagu anggaran Rp1 miliar yang bersumber dari APBD dengan target penanganan sepanjang 284,8 meter.
Pelaksanaan konstruksi dipercayakan kepada CV QK Konstruksi dengan nilai kontrak Rp834.584.784. Kontrak dimulai pada 29 Juni 2026 dengan masa pelaksanaan 90 hari kalender dan dijadwalkan berakhir pada 26 September 2026.
Sementara itu, pekerjaan pengawasan dilaksanakan CV Soko Guru Engineering dengan nilai kontrak Rp44.088.090 dan masa pengawasan selama 90 hari.
Dalam liputan lapangan, penyedia jasa Reviendra Mahardika, PPK Ir. Ahmad Efendi, S.T., M.T., serta Ari Pudji Astono, S.Sos. dari PPID Dinas PU SDA Provinsi Jawa Timur memberikan penjelasan mengenai pelaksanaan pekerjaan, mekanisme pengawasan, hingga keterbukaan informasi proyek.
Dokumentasi perkembangan pekerjaan menunjukkan perubahan pada sejumlah segmen Sungai Patesan. Tebing yang sebelumnya mengalami kerusakan dan ditumbuhi vegetasi telah ditangani menggunakan konstruksi pasangan batu. Sejumlah bagian pekerjaan juga telah memasuki tahap penyelesaian.
Meski progres tercatat melampaui rencana, kualitas hasil pekerjaan tetap menjadi aspek penting yang harus dijaga hingga pekerjaan dinyatakan selesai.
Kecepatan pelaksanaan bukan satu-satunya ukuran keberhasilan proyek. Pekerjaan juga perlu dipastikan memenuhi volume kontrak, dimensi dan spesifikasi teknis, kualitas material, serta mampu menjalankan fungsi konstruksi secara optimal dalam jangka panjang.
Pemeliharaan Sungai Patesan diharapkan mampu memperkuat tebing, menjaga kelancaran aliran sungai, sekaligus mengurangi risiko luapan air yang dapat berdampak terhadap permukiman dan aktivitas masyarakat Desa Sepulu.
Dengan realisasi fisik mencapai 91,818 persen, pekerjaan kini mendekati tahap akhir. Masyarakat berharap proyek yang menggunakan anggaran publik tersebut tidak hanya selesai lebih cepat dari jadwal, tetapi juga memenuhi prinsip tepat volume, tepat mutu, tepat fungsi, serta memberikan manfaat jangka panjang.
Editor: H. Muhajir Wahyu Ramadhan






