HeadlinePemerintahan

Pascabanjir Bandang Balangan Setelah Lumpur Surut, Harapan Bertumbuh

220
×

Pascabanjir Bandang Balangan Setelah Lumpur Surut, Harapan Bertumbuh

Sebarkan artikel ini

SURABAYA, analisapublik.id – Seminggu setelah terjangan banjir bandang meluluhlantakkan Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Balangan, denyut kehidupan warga perlahan mulai kembali normal. Lumpur-lumpur pekat yang sempat mengepung pemukiman kini mulai dibersihkan, mengganti suasana mencekam dengan deru aktivitas warga yang menata kembali sisa-sisa perabotan mereka.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Balangan, Rahmi, melakukan penyisiran langsung ke jantung wilayah terdampak pada Jumat (2/1/2026). Langkah ini diambil untuk memastikan tidak ada warga yang luput dari akses bantuan dasar pascabencana.

“Pemantauan kami lakukan mulai dari Desa Juuh, kemudian bergerak ke Sungsum, Gunung Batu, hingga Desa Tebing Tinggi,” ujar Rahmi di sela-sela peninjauan lokasi.

Fase Pemulihan dan Penataan

Dari hasil penyisiran tersebut, Rahmi mengonfirmasi adanya progres pemulihan yang signifikan di lapangan. Rumah-rumah yang sebelumnya terendam hingga atap, kini mulai kembali dihuni. Warga terlihat bahu-membahu membersihkan sisa material banjir dan menata ulang kediaman mereka.

“Warga sudah bisa masuk rumah dan beraktivitas. Fokus saat ini tinggal pembersihan tahap akhir serta penataan perabot rumah tangga,” jelasnya.

Sektor logistik yang krusial juga dipastikan aman. Gelombang solidaritas dari relawan dan donatur terus mengalir, membuat dapur umum dan posko bantuan tetap berfungsi optimal untuk menyokong kebutuhan pangan warga.

“Alhamdulillah bantuan mencukupi. Posko-posko dan dapur umum masih terpenuhi dengan baik,” imbuh Rahmi.

Status Tanggap Darurat Segera Berakhir

Pemerintah Kabupaten Balangan menjadwalkan status Tanggap Darurat Bencana akan berakhir pada Sabtu (3/1/2026). Namun, berakhirnya status ini bukan berarti pengawasan melemah. Pemerintah daerah akan segera melakukan evaluasi menyeluruh untuk menentukan transisi status menuju Siaga Darurat Bencana.

Tak sekadar menangani dampak jangka pendek, BPBD Balangan kini mulai memetakan kerusakan infrastruktur. Pendataan dan penilaian (assessment) terhadap rumah warga yang rusak akibat hantaman banjir sedang digalakkan. Rencananya, perbaikan hunian warga yang rusak akan diakomodasi melalui APBD Kabupaten Balangan Tahun Anggaran 2026.

Langkah panjang ini diharapkan mampu menjadi jaring pengaman bagi warga Balangan. “Harapannya, masyarakat bisa benar-benar pulih dan kembali menjalani kehidupan dengan aman dan nyaman,” pungkas Rahmi.

(Res)

Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.