Peristiwa

Ngontel Menuju Muktamar NU, Wildan Bawa Pesan Moral untuk Petinggi Nahdliyin

13
×

Ngontel Menuju Muktamar NU, Wildan Bawa Pesan Moral untuk Petinggi Nahdliyin

Sebarkan artikel ini
Ngontel Menuju Muktamar NU, Wildan Bawa Pesan Moral untuk Petinggi Nahdliyin 3
Ngontel Menuju Muktamar NU, Wildan Bawa Pesan Moral untuk Petinggi Nahdliyin 3. (Foto: Luqman/analisapublik.id)

SURABAYA, ANALISAPUBLIK.ID– Perjalanan Wildan Abadi, pesepeda ontel asal Balikpapan, Kalimantan Timur, menuju lokasi Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) di Tambakberas, Jombang, memasuki Jawa Timur. Setelah menyeberang menggunakan kapal laut, Wildan singgah dan transit di Kantor PCNU Kota Surabaya sebelum melanjutkan perjalanan menuju Jombang.

Wildan memulai perjalanan dari Graha NU Balikpapan, Minggu (23/8/2026). Keberangkatannya dilepas Katib Syuriah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Kalimantan Timur, KH Muhammad Muhlasin.

Dari Balikpapan, Wildan membawa sepeda ontelnya menyeberangi lautan menggunakan kapal menuju Surabaya. Ia tiba di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Selasa (25/8/2026) sore. Dari pelabuhan, Wildan kemudian melanjutkan perjalanan dengan mengayuh sepeda menuju Kantor PCNU Surabaya untuk transit dan beristirahat.

Setibanya di Kantor PCNU Surabaya, Wildan disambut Ketua Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (LESBUMI) PCNU Surabaya, Gus Luqman Ndresmo. Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan sebelum Wildan melanjutkan perjalanan menuju Jombang.

Kedatangannya di kantor PCNU Surabaya memberi kesan mendalam bagi Wildan. Ia mengaku merasakan kebanggaan bercampur haru karena teringat perjuangan para ulama dan kiai yang membesarkan Nahdlatul Ulama.

“Begitu saya melihat Gedung PCNU Surabaya, terasa merinding. Ada aura ulama-ulama besar yang terasa di sini. Gedung ini seperti memiliki nilai sejarah dan terasa keramat,” ungkap Wildan.

Perjalanan menggunakan sepeda ontel tersebut, menurut Wildan, bukan sekadar untuk mencapai lokasi Muktamar. Ia ingin menjadikan perjalanan panjang dari Balikpapan sebagai bagian dari napak tilas perjuangan para ulama sekaligus ikhtiar ngalap berkah para kiai NU.

Salah satu tokoh yang menginspirasi perjalanan Wildan adalah Hasan Gipo, Ketua Tanfidziyah NU pertama. Bagi Wildan, sosok saudagar sekaligus aktivis pergerakan NU tersebut menggambarkan semangat kemandirian dan pengabdian kepada jamiyah.

Inspirasi menggunakan sepeda ontel juga tidak lepas dari sejarah pergerakan NU pada masa awal. Dalam perjalanan organisasi, sepeda menjadi salah satu sarana transportasi yang digunakan untuk mendukung pergerakan dan pengembangan jamiyah hingga ke berbagai daerah.

Bagi Wildan, sejarah tersebut membuat sepeda ontel memiliki makna lebih dari sekadar alat transportasi. Ontel menjadi simbol kesederhanaan, perjuangan, dan ikhtiar para kader dalam menggerakkan organisasi hingga ke akar rumput.

Wildan juga membawa pesan moral yang ingin disampaikan kepada para pemimpin dan pemangku kebijakan di lingkungan Nahdlatul Ulama.

“Melalui ontel ini saya ingin menyampaikan pesan moral kepada petinggi NU bahwa NU memiliki kader dan warga yang ada di bawah. Ayo fokus kepada kepentingan warga Nahdliyin,” ujarnya.

Setelah transit di PCNU Surabaya, Wildan melanjutkan perjalanan menuju Kabupaten Jombang pada Rabu (26/8/2026) sekitar pukul 05.00 WIB.

Sebelum menuju lokasi Muktamar di Tambakberas, Wildan berencana mampir terlebih dahulu ke kompleks Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang. Di sana, ia akan berziarah ke makam Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari, pendiri Nahdlatul Ulama.

Usai berziarah di Tebuireng, perjalanan dilanjutkan menuju Tambakberas sebagai lokasi Muktamar. Dalam perjalanan di wilayah Jombang, Wildan juga direncanakan mendapat pengawalan dari komunitas pesepeda ontel setempat.

Menurut Wildan, ketokohan dan perjuangan para ulama NU menjadi salah satu inspirasi kuat yang mendorongnya menempuh perjalanan tersebut. Karena itu, perjalanan dari Balikpapan menuju Tambakberas tidak hanya dimaknai sebagai perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan spiritual untuk mengingat jasa para pendiri dan ulama NU.

Ia berharap perjalanan sederhana dengan sepeda ontel tersebut mampu mengingatkan seluruh kader NU agar tetap menjaga semangat pengabdian, kebersamaan, serta keberpihakan kepada kepentingan warga Nahdliyin.

Saat di PCNU Surabaya, Wildan juga sempat bertemu dengan Rais Syuriah PCNU Kota Surabaya KH Ahmad Dzulhilmi Ghozali. (*)

Reporter: Luqman

Editor: Luqman Hakim

Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.