EkbisJatimPemerintahan

Mojokerto Kucurkan Rp3,2 Miliar untuk Petani

1
×

Mojokerto Kucurkan Rp3,2 Miliar untuk Petani

Sebarkan artikel ini
Mojokerto Kucurkan Rp3,2 Miliar untuk Petani

MOJOKERTO, analisapublik.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto menyalurkan bantuan senilai lebih dari Rp3,2 miliar untuk memperkuat fasilitas pertanian komunal sekaligus mendorong regenerasi petani di Bumi Majapahit.
Bantuan yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) serta pemerintah pusat tersebut diserahkan dalam kegiatan Pertanian Komunal Bersama Milenial dan Penyaluran Bantuan Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto di Pujasera Desa Pugeran, Kecamatan Gondang, pada Selasa (01/09/26).
Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa mengatakan bantuan tersebut diharapkan dapat meningkatkan produktivitas sekaligus memberikan tambahan nilai ekonomi bagi keluarga petani.
“Kita berharap bantuan yang diberikan kepada 18 kelompok tani digunakan dengan baik, kemudian didampingi oleh penyuluh pertanian. Itu akan meningkatkan atau memberikan tambahan nilai ekonomi buat keluarganya,” kata Albarraa.
Bupati yang akrab disapa Gus Bupati itu menegaskan modernisasi alat pertanian juga menjadi strategi untuk menarik minat generasi muda terjun ke sektor pertanian dan peternakan.
Menurut dia, penggunaan teknologi dapat menekan biaya produksi sekaligus meningkatkan hasil panen.
“Anak-anak sekarang tampak enggan menjadi petani. Padahal petani itu keren. Dengan modernisasi alat-alat pertanian, biaya produksinya minim dan hasil produksinya lebih banyak,” ujarnya.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto Ludfi Ariyono menjelaskan, bantuan dari APBD antara lain berupa pelatihan petani milenial senilai Rp50 juta, ternak ayam berikut pakan dan kandang Rp950 juta, serta bantuan itik dan pakan Rp40 juta.
Sementara bantuan non-APBD meliputi dua unit combine harvester senilai Rp1,18 miliar, satu traktor roda empat Rp520 juta, serta rehabilitasi lima jaringan irigasi tersier senilai Rp500 juta.
Albarraa menambahkan, pembangunan sektor pertanian harus tetap berjalan seiring dengan pengembangan industri. Pemerintah daerah akan menjaga lahan pangan sekaligus memfasilitasi investasi yang mampu menciptakan lapangan pekerjaan.
“Nah, makanya lahan pangan kita jaga, lahan investasi juga kita fasilitasi,” tegasnya.

Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.