Jatim

Sekolah Rakyat Ponorogo Raih Terbaik I, Gagasan Kemandirian Pangan Berawal dari Rintisan Sugiri Sancoko

2
×

Sekolah Rakyat Ponorogo Raih Terbaik I, Gagasan Kemandirian Pangan Berawal dari Rintisan Sugiri Sancoko

Sebarkan artikel ini

PONOROGO, ANALISA PUBLIK – Sekolah Rakyat Ponorogo menorehkan prestasi dengan meraih penghargaan Terbaik I dalam pelaksanaan Sekolah Rakyat Mandiri. Penghargaan tersebut diterima Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Ponorogo, Lisdyarita.

Capaian ini menjadi perhatian karena Sekolah Rakyat Ponorogo tidak hanya mengembangkan pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, tetapi juga menerapkan konsep kemandirian pangan melalui kegiatan peternakan dan pertanian.

Salah satu program yang dikembangkan ialah peternakan ayam serta budidaya berbagai jenis sayuran. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembelajaran keterampilan sekaligus diarahkan untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan peserta didik.

Di balik pengembangan konsep tersebut, terdapat gagasan yang telah dirintis sejak masa kepemimpinan Sugiri Sancoko sebagai Bupati Ponorogo.

Sejak awal pengembangan Sekolah Rakyat, Sugiri disebut mendorong agar peserta didik tidak hanya memperoleh pendidikan formal, tetapi juga mendapatkan keterampilan praktis sebagai bekal untuk hidup mandiri setelah menyelesaikan pendidikan.

Konsep tersebut terutama diarahkan pada sektor peternakan dan pertanian. Peserta didik diharapkan tidak hanya membawa ijazah ketika lulus, tetapi juga memahami dasar-dasar beternak, bercocok tanam, serta mengembangkan potensi ekonomi secara mandiri.

Gagasan tersebut kemudian diwujudkan melalui langkah konkret.

Sugiri disebut menggunakan dana pribadinya untuk membeli sekitar 200 ekor ayam sekaligus membantu penyediaan kandang sebagai langkah awal pengembangan peternakan di lingkungan Sekolah Rakyat Ponorogo.

Dalam proses pengadaan tersebut, Sugiri meminta bantuan Feri DK untuk membantu pembelian ayam dan sejumlah kebutuhan awal peternakan.

Sementara dalam pengembangan sektor pertanian, Sugiri menggandeng Purwanto, yang memiliki pengalaman di bidang pertanian. Purwanto turut memberikan dukungan berupa berbagai bibit tanaman untuk dikembangkan di lingkungan Sekolah Rakyat.

Dari rintisan tersebut, kegiatan peternakan dan pertanian kemudian berkembang menjadi bagian dari pola pembelajaran sekaligus upaya membangun kemandirian pangan Sekolah Rakyat Ponorogo.

Program itu juga menjadi sarana bagi peserta didik untuk mengenal keterampilan praktis, tanggung jawab, disiplin, kerja keras, hingga proses menghasilkan kebutuhan pangan secara mandiri.

Diraihnya penghargaan Terbaik I menjadi momentum penting bagi keberlanjutan program tersebut.

Bagi Ponorogo, capaian itu tidak semata berkaitan dengan penghargaan, tetapi juga menunjukkan perjalanan sebuah gagasan yang dimulai dari upaya membangun keterampilan dan kemandirian bagi peserta didik Sekolah Rakyat.

Ketika penghargaan tersebut kini diterima Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita, konsep kemandirian pangan yang dirintis pada masa kepemimpinan Sugiri Sancoko turut menjadi bagian dari perjalanan pengembangan Sekolah Rakyat Ponorogo hingga meraih prestasi.

Ke depan, capaian tersebut diharapkan menjadi dorongan untuk terus mengembangkan Sekolah Rakyat sebagai ruang pendidikan yang tidak hanya memberikan akses belajar, tetapi juga membentuk karakter, keterampilan, dan kemampuan peserta didik untuk hidup mandiri.

Reporter: Hadi Santoso
Editor: Wetly H. Ali

Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.