Surabaya, analisapublik.id – Menteri Koperasi Republik Indonesia (RI), Ferry Juliantono, bersama Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menegaskan peran sentral generasi muda dan perguruan tinggi dalam transformasi koperasi di Indonesia. Keduanya hadir dalam acara “Indonesia Punya Kamu” di Gedung Airlangga Convention Center (ACC) Kampus C Unair, Senin (24/11).
Dalam forum bertema “Energi untuk Indonesia Maju: Sinergi Pendidikan Tinggi dan Dunia Kerja” ini, Wali Kota Eri secara khusus memaparkan arah kebijakan Pemkot Surabaya dalam penguatan program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, yang merupakan salah satu program unggulan Presiden.
Menteri Koperasi Ferry Juliantono menyatakan, koperasi adalah amanat konstitusi dan instrumen penting untuk mewujudkan sistem ekonomi yang sesuai dengan jati diri bangsa. Melalui Koperasi Merah Putih, pemerintah berupaya menghadirkan koperasi yang dikelola secara profesional, modern, dan digital.
“Kami sedang mempersiapkan SDM, meningkatkan kapasitas dinas, serta membangun sistem informasi manajemen koperasi. Targetnya, dalam satu hingga dua tahun ke depan, koperasi dapat menjadi peluang kerja yang menjanjikan bagi lulusan perguruan tinggi,” jelas Ferry.
Surabaya Jadi Percontohan Koperasi Modern
Ferry Juliantono secara eksplisit memberikan apresiasi kepada Pemkot Surabaya atas komitmennya memperkuat koperasi kelurahan dan mendorong UMKM beralih bentuk menjadi koperasi.
“Bapak Wali Kota menyampaikan komitmen kuat untuk menjadikan koperasi kelurahan sebagai penampung produk lokal serta mendorong pelaku UMKM membentuk badan usaha berbentuk koperasi. Menindaklanjuti hal itu, Kementerian Koperasi bersama Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) siap memberikan inkubasi, pendampingan, dan pembiayaan guna memperkuat kapasitas UMKM di Surabaya,” terangnya.
Menjawab tantangan tersebut, Wali Kota Eri Cahyadi menjelaskan skema kolaborasi yang telah disiapkan Pemkot. Ia akan melibatkan perguruan tinggi untuk mendampingi unit Koperasi Merah Putih di tingkat kelurahan. Model ini disebut mirip dengan pola pendampingan pada program Kampung Pancasila.
“Kami menyadari bahwa perguruan tinggi memegang peran penting dalam pengembangan inovasi, sedangkan mahasiswa adalah agen perubahan. Karena itu, pemkot sangat membutuhkan kontribusi generasi muda untuk menggerakkan koperasi,” jelas Wali Kota Eri.
Wali Kota Eri juga memaparkan strategi konkret untuk memperkuat ekosistem ekonomi berbasis koperasi, yaitu dengan menjadikan Koperasi Merah Putih sebagai pemasok utama kebutuhan logistik hotel-hotel di Surabaya.
“Kebutuhan sayuran, beras, hingga logistik hotel akan dipasok oleh Koperasi Merah Putih. Pemkot menyiapkan fasilitasnya, sementara mahasiswa mendampingi operasional koperasi di lapangan,” ujar Eri.
Strategi ini tidak hanya berlaku di tingkat kota. Pemkot Surabaya juga membangun kerja sama antar-daerah (KAD) melalui jalur koperasi. “Pasokan sayur diperoleh dari Koperasi Merah Putih Mojokerto, dan pasokan beras dari jaringan Koperasi Merah Putih Gresik. Sesuai arahan Pak Presiden, kita harus menguatkan koperasi sebagai guru perekonomian. Karena itu, kita tidak mengambil dari luar jalur koperasi,” tegasnya.
Eri Cahyadi menjamin produk lokal Surabaya akan masuk ke pasar yang lebih luas, termasuk hotel dan restoran. “Saya yang menjamin produk lokal masuk ke hotel dan restoran di Surabaya. Misalnya, kecap asli Surabaya harus digunakan di hotel-hotel kota ini. Itulah tugas kepala daerah,” pungkasnya, sembari mengajak masyarakat untuk bangga menggunakan produk ciptaan anak bangsa.
(Res)











