EkbisGaya HidupHeadlinePemerintahan

Mendag Luncurkan Gernas Mapan, Pasar Tradisional Bersih, Sampah Terkelola, dan Digital

285
×

Mendag Luncurkan Gernas Mapan, Pasar Tradisional Bersih, Sampah Terkelola, dan Digital

Sebarkan artikel ini

​Surabaya, analisapublik.id – Menteri Perdagangan (Mendag) RI Budi Santoso meluncurkan Gerakan Nasional Membersihkan Pasar Nusantara (Gernas Mapan) sebagai upaya komprehensif untuk mewujudkan kebersihan dan pengelolaan ekosistem sampah di pasar-pasar tradisional.

​”Gernas Mapan tidak hanya menekankan pada aspek kebersihan tetapi juga pengelolaan ekosistem sampah di pasar,” kata Mendag Budi Santoso di Surabaya, Kamis.

​Gerakan ini merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Perdagangan (Kemendag) dan Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH).

​Dalam kunjungannya ke Pasar Sememi, Surabaya, Mendag menyosialisasikan pentingnya pengelolaan kebersihan pasar yang baik kepada para pedagang. Ia mengapresiasi Pasar Sememi yang telah dilengkapi waste station (rekosistem), yang menunjukkan ekosistem pengolahan sampah yang terstruktur, mulai dari tempat menaruh hingga proses pengolahannya.

​”Tinggal sekarang bagaimana para pedagang ini mengumpulkan dan membersihkan sampah dengan baik,” tambahnya, menegaskan bahwa pasar tradisional yang bersih akan berdampak langsung pada kenyamanan pedagang dan pembeli.

​Selain kebersihan, Gernas Mapan juga menjadi momentum untuk mendorong transformasi digital di pasar. Mendag mencontohkan pedagang di Pasar Sememi yang mendapat pelatihan penggunaan QRIS untuk transaksi nontunai.

​Kemendag juga berkomitmen mendorong pasar rakyat lain beradaptasi dengan tren penjualan daring melalui konsep omnichannel.

​”Pasarnya tetap ada secara fisik tapi transaksi banyak dilakukan secara online,” jelas Mendag.

​Plt Deputi Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 KLH/BPLH Kota Surabaya, Hanifa Dwi Nirwana, menyambut baik Gernas Mapan sebagai langkah strategis percepatan penanganan sampah nasional. Ia menyebut ini adalah bagian penting untuk mencapai target penanganan sampah 100% pada 2029.

​Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto, memuji pengelolaan sampah di Pasar Sememi.

Ia menyebutkan waste station (rekosistem) di pasar tersebut mampu mengurangi sampah ke TPA Benowo hingga 1,7 sampai 1,8 ton per bulan. Rekosistem ini, lanjutnya, juga diterapkan di beberapa kawasan perumahan dan area publik lain di Surabaya.( wa/an)

Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.