HeadlinePemerintahan

BPSDM ESDM dan Pemerintah Aceh Perkuat Pengembangan SDM Energi dan Pertambangan

1339
×

BPSDM ESDM dan Pemerintah Aceh Perkuat Pengembangan SDM Energi dan Pertambangan

Sebarkan artikel ini

Jakarta, analisapublik.id |Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Energi dan Sumber Daya Mineral (BPSDM ESDM) memperkuat kerja sama dengan Pemerintah Aceh dalam meningkatkan kompetensi sumber daya manusia di bidang energi dan pertambangan. Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepakatan di Ruang Sasaringan, Lantai 2, Kantor BPSDM ESDM, Jakarta, Jumat (24/7/2026).

Kerja sama ini dilakukan untuk menjawab kebutuhan tenaga kerja yang kompeten dan mampu mengikuti perkembangan sektor energi dan sumber daya mineral. Pengembangan kapasitas sumber daya manusia dinilai penting karena sektor tersebut terus menghadapi perubahan teknologi, kebutuhan industri, serta tuntutan pengelolaan sumber daya alam yang semakin profesional dan berkelanjutan.

Sebagai langkah awal pelaksanaan kesepakatan, turut ditandatangani Perjanjian Kerja Sama antara Politeknik Energi dan Pertambangan (PEP) Bandung dan BPSDM Aceh. Perjanjian tersebut menjadi dasar bagi kedua lembaga untuk menjalankan program pengembangan kompetensi secara lebih konkret.

Kolaborasi ini diarahkan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kapasitas sumber daya manusia, khususnya pada bidang energi dan pertambangan. Selain itu, kerja sama tersebut diharapkan memperluas akses masyarakat Aceh terhadap pendidikan, pelatihan, serta pengembangan keahlian yang sesuai dengan kebutuhan sektor ESDM.

Kepala BPSDM ESDM, Prahoro Nurtjahyo, menegaskan bahwa pengembangan sumber daya manusia tidak dapat dilakukan oleh satu lembaga saja. Menurutnya, diperlukan kolaborasi, komitmen, dan langkah nyata antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta lembaga pendidikan agar kebutuhan tenaga profesional dapat terpenuhi.

Apa yang kita lakukan hari ini dalam pengembangan SDM adalah bagian dari upaya kita menyiapkan generasi masa depan. Semangat yang kita miliki untuk keluarga dan anak-anak kita, semangat itu juga yang harus kita bawa dalam bekerja dan membangun SDM,” ujar Prahoro.

Ia menilai investasi dalam pengembangan sumber daya manusia bukan hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan saat ini. Program pendidikan dan pelatihan juga harus dirancang untuk mempersiapkan generasi yang lebih kompeten, adaptif, dan siap menghadapi tantangan sektor energi pada masa mendatang.

Melalui kerja sama tersebut, BPSDM ESDM dan Pemerintah Aceh diharapkan dapat menyusun serta menjalankan program yang sesuai dengan potensi dan kebutuhan daerah. PEP Bandung sebagai lembaga pendidikan di bidang energi dan pertambangan akan berperan dalam mendukung peningkatan kompetensi melalui keahlian akademik dan teknis yang dimiliki.

Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah juga dinilai penting agar pengembangan sumber daya manusia tidak berjalan terpisah dari kebutuhan pembangunan wilayah. Dengan koordinasi yang kuat, program pelatihan dan pendidikan dapat diarahkan untuk menghasilkan tenaga kerja yang relevan dengan potensi energi dan sumber daya mineral di Aceh.

Penandatanganan Nota Kesepakatan dan Perjanjian Kerja Sama ini menjadi langkah awal untuk membangun pengembangan SDM yang lebih terarah, terukur, dan berkelanjutan. Hasil kerja sama diharapkan tidak hanya meningkatkan kapasitas aparatur dan tenaga teknis, tetapi juga memberikan manfaat bagi pembangunan ekonomi dan pengelolaan sektor ESDM di Aceh.

Melalui kolaborasi tersebut, BPSDM ESDM dan Pemerintah Aceh berkomitmen menyiapkan generasi masa depan yang memiliki kompetensi, integritas, serta kemampuan untuk berkontribusi dalam pembangunan sektor energi dan pertambangan nasional.

Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.