HeadlinePemerintahan

Lumajang Serahkan 100 Becak Listrik Hasil Kolaborasi Multipihak , Dorong Ekonomi Rakyat

217
×

Lumajang Serahkan 100 Becak Listrik Hasil Kolaborasi Multipihak , Dorong Ekonomi Rakyat

Sebarkan artikel ini

Analisapublik.id , Surabaya – Program penyaluran 100 unit becak listrik untuk para tukang becak di Kabupaten Lumajang resmi bergulir. Bantuan ini tak hanya sekadar pemberian, melainkan dibangun di atas fondasi kolaborasi multipihak yang melibatkan pemerintah pusat, Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional, pemerintah daerah, serta organisasi perangkat daerah (OPD) teknis terkait. Sinergi ini diklaim menjadi kunci untuk menjamin keberlanjutan dan dampak program.

Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menegaskan bahwa keberhasilan program ini diukur dari konsistensi pemanfaatan dan dampak nyata bagi masyarakat, bukan sekadar jumlah unit yang disalurkan.

“Kolaborasi ini memastikan setiap becak listrik dapat dimanfaatkan secara optimal. Program ini memberikan manfaat langsung bagi tukang becak, sekaligus memperkuat ekonomi lokal dan mendukung sektor pariwisata,” ujar Bupati Indah saat penyerahan bantuan di Pendopo Arya Wiraraja, Kabupaten Lumajang, Sabtu (13/12/2025).

Menurutnya, intervensi sosial yang terintegrasi antar pemangku kepentingan mampu menghasilkan efek berkelanjutan apabila dikelola secara konsisten dan akuntabel. Bupati Indah secara khusus menekankan peran strategis OPD teknis dalam penataan titik mangkal, pengawasan pemanfaatan, serta integrasi layanan becak listrik dengan kebijakan transportasi dan pariwisata daerah.

“Sinergi multipihak tidak hanya meningkatkan akuntabilitas program, tetapi juga meminimalkan risiko penyalahgunaan, sehingga manfaat sosial dan ekonomi dapat dirasakan secara maksimal,” tegasnya, seperti dikutip dari analisapublik.id.

Mekanisme Transparan dan Efek Berganda Ekonomi
Sementara itu, Wakil Ketua Umum Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional, Nanik S Deyang, menambahkan bahwa keterlibatan berbagai pihak memungkinkan pengelolaan program berjalan lebih terstruktur dan transparan.

Dukungan dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan OPD teknis dinilai esensial untuk memastikan distribusi bantuan tepat sasaran, sementara pengawasan pemanfaatan berjalan efektif.

“Kolaborasi ini memungkinkan efek berganda, mulai dari penguatan ekonomi lokal, sektor jasa, pedagang kecil, hingga integrasi dengan ekosistem pariwisata di Lumajang,” kata Nanik.

Program becak listrik ini dipandang sebagai model ideal penyelesaian masalah sosial-ekonomi, di mana berbagai elemen bangsa bergerak bersama untuk memperkuat pondasi ekonomi rakyat kecil di daerah.

(Res)