HeadlinePemerintahan

Transformasi Wisata Lumajang, Becak Listrik Resmi Jadi Armada Transportasi Destinasi Utama

166
×

Transformasi Wisata Lumajang, Becak Listrik Resmi Jadi Armada Transportasi Destinasi Utama

Sebarkan artikel ini

SURABAYA, analisapublik.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang melakukan langkah strategis dalam menata sektor pariwisatanya dengan mengintegrasikan becak listrik sebagai bagian fundamental dari sistem transportasi wisata daerah. Kebijakan ini menegaskan bahwa bantuan becak listrik yang disalurkan bukan sekadar pemberian unit, melainkan investasi yang terikat pada penataan kawasan strategis demi layanan pariwisata yang lebih tertib, ramah lingkungan, dan bernilai tambah.

Bupati Lumajang, Indah Amperawati (Bunda Indah), menyampaikan bahwa becak listrik akan difungsikan secara eksklusif sebagai becak wisata dengan penataan titik mangkal yang terencana dan terpusat.

“Becak listrik ini kami arahkan untuk mendukung sektor pariwisata. Penataan titik mangkal akan diatur agar tertib dan mudah dijangkau, sehingga dapat menjadi bagian dari pengalaman wisata di Lumajang,” ujar Bunda Indah saat penyerahan bantuan di Pendopo Arya Wiraraja, Kabupaten Lumajang, pada Sabtu (13/12/2025).

Integrasi Kawasan Strategis untuk Nilai Jual Wisata
Titik-titik mangkal becak listrik tidak akan berdiri sendiri. Sejumlah lokasi strategis, seperti kawasan Alun-Alun, Pendopo, pusat perhotelan, terminal, hingga stasiun, masuk dalam perencanaan Pemkab. Tujuan utamanya adalah memastikan layanan transportasi wisata terhubung mulus dengan aktivitas masyarakat dan arus wisatawan yang datang.

Menurut Bunda Indah, integrasi ini bertujuan menciptakan layanan transportasi yang tidak hanya fungsional, tetapi juga memiliki nilai jual pariwisata. Kehadiran becak listrik diharapkan mampu menjadi daya tarik pendukung sekaligus memberikan kepastian ruang kerja dan keberlanjutan ekonomi bagi para pengemudinya.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional, Nanik S Deyang, menilai penguatan peran becak listrik dalam ekosistem pariwisata akan memperpanjang manfaat bantuan tersebut.

“Dengan pengelolaan yang terarah dan terintegrasi, becak listrik dapat berkontribusi pada peningkatan kualitas layanan wisata sekaligus mendukung keberlanjutan ekonomi penerima bantuan,” kata Nanik.

Integrasi becak listrik dengan penataan kawasan wisata ini mencerminkan pendekatan pembangunan yang saling terhubung. Becak listrik kini tidak lagi diposisikan semata sebagai alat transportasi tradisional, melainkan sebagai bagian dari ekosistem pariwisata Lumajang yang tertib, ramah lingkungan, dan bernilai ekonomi tinggi bagi daerah.

(Res)