HeadlinePemerintahan

Becak Listrik Jadi Amunisi Baru Transisi Energi Perkotaan Lumajang

147
×

Becak Listrik Jadi Amunisi Baru Transisi Energi Perkotaan Lumajang

Sebarkan artikel ini

SURABAYA, analisapublik.id – Penyaluran becak listrik kepada para tukang becak di Kabupaten Lumajang ternyata bukan sekadar bantuan sosial. Program ini dipandang sebagai langkah strategis dalam agenda lingkungan perkotaan, mengukuhkan upaya transisi menuju moda transportasi rendah emisi yang lebih ramah terhadap kualitas ruang kota.

Pemanfaatan becak listrik kini menjadi sorotan karena dinilai mampu memperkuat aspek sosial, ekonomi, dan sekaligus lingkungan di kawasan padat aktivitas.

Nanik S Deyang, Wakil Ketua Umum Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional, menyampaikan bahwa becak listrik dirancang untuk mendukung mobilitas yang lebih bersih dan berkelanjutan, khususnya di kawasan perkotaan dan destinasi wisata dengan intensitas masyarakat yang tinggi.

“Becak listrik dapat mengurangi emisi dan kebisingan. Manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh pengemudi, tetapi juga oleh lingkungan kota dan masyarakat yang beraktivitas di sekitarnya,” ujar Nanik saat penyerahan bantuan di Pendopo Arya Wiraraja, Kabupaten Lumajang, Sabtu (13/12/2025).

Kualitas Udara dan Kebisingan Kota Jadi Fokus
Menanggapi inisiatif ini, Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menilai pemanfaatan becak listrik sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam menciptakan ruang kota yang lebih nyaman dan sehat. Menurutnya, transportasi rendah emisi memiliki peran penting dalam menjaga kualitas udara, terutama di titik-titik publik seperti pusat kota dan kawasan wisata.

“Ketika moda transportasi semakin ramah lingkungan, dampaknya akan dirasakan bersama. Kota menjadi lebih nyaman bagi warga dan lebih menarik bagi wisatawan,” katanya.

Isu kebisingan juga menjadi pertimbangan utama. Penggunaan becak listrik berkontribusi terhadap pengurangan polusi suara lalu lintas. Kondisi ini dinilai signifikan untuk mendukung kenyamanan kawasan perkotaan yang padat serta destinasi wisata yang mengutamakan kualitas pengalaman pengunjung.

Melalui dukungan terhadap becak listrik, Indah berharap dapat mendorong perubahan bertahap menuju sistem transportasi yang lebih bersih, humanis, dan berkelanjutan. Pendekatan tersebut menegaskan bahwa agenda lingkungan perkotaan dapat berjalan seiring dengan penguatan ekonomi rakyat dan pelayanan transportasi lokal.

Langkah Lumajang ini menunjukkan bahwa modernisasi transportasi berbasis listrik dapat dimulai dari sektor tradisional, menjadikannya contoh sinergi antara kebijakan ekonomi kerakyatan dan komitmen keberlanjutan lingkungan.

(Res)