HeadlinePemerintahan

Kota Malang Terpilih Jadi Tuan Rumah Pembukaan Milad Akbar 1 Abad NU

296
×

Kota Malang Terpilih Jadi Tuan Rumah Pembukaan Milad Akbar 1 Abad NU

Sebarkan artikel ini

MALANG, analisapublik.id — Kota Malang resmi terpilih menjadi pusat perhatian warga Nahdliyin. Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menghadiri Kick Off Hari Lahir (Harlah) 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU) yang digelar oleh Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur di Auditorium Unisma, Surabaya, Rabu (7/1).

Mengusung tema besar “Memperkokoh Jam’iyah: Tradisi, Kontribusi, dan Meningkatkan Peradaban”, perayaan satu abad ini diprediksi akan menjadi magnet bagi puluhan ribu jemaah dari berbagai penjuru.

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, yang hadir dalam acara tersebut, memberikan catatan khusus mengenai peran strategis organisasi ini. Menurutnya, NU bukan sekadar organisasi keagamaan, melainkan pilar sejarah yang tak terpisahkan dari pembangunan bangsa.

“NU adalah bagian sejarah yang mengakar. Kami di Pemprov Jatim bersyukur atas sinergi yang baik ini, baik di bidang pendidikan, kesehatan, maupun ekonomi,” kata Emil dalam sambutannya.

Tak hanya soal seremoni, Emil juga menyoroti aksi nyata solidaritas warga NU se-Jawa Timur. Ia mengumumkan bahwa warga NU berhasil menghimpun donasi sebesar Rp3,89 miliar yang akan disalurkan untuk daerah terdampak bencana di Sumatra dan Aceh.

Sebagai Ketua Panitia Lokal, Wahyu Hidayat memikul tanggung jawab besar. Ia memproyeksikan Stadion Gajayana akan dipadati oleh 40.000 hingga 50.000 jemaah pada puncak acara yang dijadwalkan berlangsung 8 Februari 2026 mendatang.

Guna menghindari kelumpuhan lalu lintas di Kota Malang, Wahyu menyatakan pihaknya telah menyusun skema teknis yang cukup mendetail.

“Kami terus berkoordinasi dengan pimpinan daerah di Malang Raya. Teknis parkir, titik drop-off, hingga jadwal kedatangan jemaah dari berbagai kota sudah kita petakan agar tidak terjadi penumpukan,” jelas Wahyu.

Demi kenyamanan publik, panitia memutuskan untuk memulai rangkaian acara sejak dini hari, yakni pukul 03.00 WIB, dan ditargetkan rampung pada pukul 08.00 WIB. Langkah ini diambil agar aktivitas warga Kota Malang tetap berjalan normal setelah acara usai.

Spekulasi mengenai kehadiran orang nomor satu di Indonesia pun mencuat. Wahyu mengakui bahwa potensi kehadiran Presiden RI tetap masuk dalam perencanaan panitia. Saat ini, komunikasi intensif terus dilakukan dengan PWNU untuk penyesuaian protokol keamanan jika kunjungan kenegaraan tersebut terkonfirmasi.

“Intinya Kota Malang siap menyambut tamu dan jemaah. Kita ingin momentum satu abad ini berjalan khidmat dan membawa manfaat bagi masyarakat,” tutup Wahyu dengan optimis.

Penunjukan Malang sebagai tuan rumah diharapkan tidak hanya menjadi ajang spiritualitas, tetapi juga mampu menggerakkan ekonomi lokal melalui sektor pariwisata dan UMKM selama perhelatan berlangsung. (res)

Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.