EDITORIALHeadline

Penanganan Darurat Bendung Kedungrejo di Madiun Dikebut, BBWSBS Fokus Pulihkan Fungsi Irigasi

1430
×

Penanganan Darurat Bendung Kedungrejo di Madiun Dikebut, BBWSBS Fokus Pulihkan Fungsi Irigasi

Sebarkan artikel ini

MADIUN, analisapublik.id — Penanganan darurat jebolnya Bendung Kedungrejo di Desa Wonoayu, Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun terus dikebut oleh Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) bersama Dinas PU SDA Provinsi Jawa Timur dan pemerintah desa setempat. Langkah ini dilakukan untuk memastikan aliran irigasi tetap terjaga di tengah kondisi infrastruktur yang belum pulih sepenuhnya.

Kerusakan pada Bendung Kedungrejo telah mengganggu sistem distribusi air irigasi yang menjadi penopang utama kebutuhan pertanian di wilayah tersebut. Dalam kondisi darurat ini, keberlanjutan aliran air menjadi prioritas utama agar dampak terhadap aktivitas pertanian tidak meluas.

Hingga 9 April 2026, progres penanganan di lapangan tercatat telah mencapai sekitar 50 persen. Capaian ini menunjukkan percepatan pekerjaan yang dilakukan secara simultan, baik dari sisi penanganan teknis maupun mobilisasi sumber daya.

Pendekatan yang digunakan dalam penanganan darurat ini difokuskan pada solusi fungsional jangka pendek, yakni pembangunan ambang bronjong. Struktur ini dirancang untuk mengalirkan air secara sementara, sehingga fungsi irigasi tetap berjalan sembari menunggu proses pemulihan permanen bendung.

Untuk mendukung pembangunan ambang tersebut, sejumlah tahapan teknis dilaksanakan secara terintegrasi di lapangan. Dimulai dari pengukuran ulang desain guna menyesuaikan kondisi eksisting, dilanjutkan dengan pengalihan arus sungai agar area kerja dapat diakses. Pembersihan puing dilakukan untuk membuka jalur konstruksi, sementara pemasangan sandbag di kaki bendung bertujuan memperkuat struktur sementara dari tekanan aliran air. Di sisi lain, persiapan pancang bambu menjadi bagian penting dalam menopang konstruksi bronjong yang tengah dibangun.

Saat ini, fokus pekerjaan berada pada percepatan pembangunan ambang bronjong serta pengangkutan material ke lokasi. Ketersediaan material menjadi faktor krusial dalam menjaga ritme pekerjaan agar tetap sesuai target.

Data teknis menunjukkan bahwa penanganan darurat ini memanfaatkan 100 buah sandbag, 150 batang pancang bambu, 27 rit batu belah, dan 100 unit bronjong. Sementara itu, dukungan alat berat berupa satu unit excavator long arm dan satu unit excavator breaker digunakan untuk mempercepat pekerjaan, khususnya dalam proses pengerukan, pembongkaran material, dan penataan alur sungai.

Perkembangan kondisi lapangan memperlihatkan perubahan bertahap, di mana area bendung yang sebelumnya mengalami kerusakan mulai tertangani melalui pembentukan struktur darurat. Meski demikian, proses pemulihan masih terus berlangsung hingga fungsi bendung dapat kembali optimal.

BBWSBS bersama Dinas PU SDA Provinsi Jawa Timur menegaskan komitmennya untuk menjaga efektivitas penanganan darurat ini melalui koordinasi lintas pihak yang berkelanjutan. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memastikan infrastruktur sumber daya air tetap berfungsi dalam kondisi darurat, sekaligus menjaga stabilitas layanan irigasi bagi masyarakat.

Sumber: BBWS Bengawan Solo
Reporter: Rijen Senario
Editor: H. Muhajir Wahyu Ramadhan

Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.