EDITORIALHeadline

Penguatan Infrastruktur Air dan Sanitasi di Jawa Timur, Kementerian PU Siapkan Pengembangan SPAM dan Sanimas

1440
×

Penguatan Infrastruktur Air dan Sanitasi di Jawa Timur, Kementerian PU Siapkan Pengembangan SPAM dan Sanimas

Sebarkan artikel ini

Nganjuk, analisapublik.id — Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus memperkuat infrastruktur dasar guna meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya di sektor air minum dan sanitasi. Upaya ini difokuskan di wilayah Jawa Timur melalui pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) serta program Sanitasi Berbasis Masyarakat (Sanimas).

Langkah tersebut dilaksanakan oleh Balai Penataan Bangunan, Prasarana, dan Kawasan (BPBPK) Jawa Timur di bawah Direktorat Jenderal Cipta Karya, sebagai bagian dari strategi nasional dalam memperluas akses layanan air bersih yang layak dan berkelanjutan.

Menteri PU, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa air merupakan kebutuhan dasar yang memiliki peran vital dalam menunjang kehidupan masyarakat, baik untuk keperluan domestik maupun sektor produktif seperti pertanian. Oleh karena itu, pemerintah menempatkan penyediaan air bersih sebagai prioritas pembangunan infrastruktur.

Ia juga menekankan pentingnya pengelolaan sumber daya air secara berkelanjutan. Menurutnya, keterbatasan ketersediaan air harus diantisipasi dengan penggunaan yang efisien agar tetap dapat dinikmati oleh generasi mendatang.

“Air merupakan sumber daya yang tidak dapat diproduksi secara cepat oleh alam. Penggunaannya harus bijak agar keberlanjutannya tetap terjaga,” ujarnya.

Selain penguatan layanan air minum, pemerintah juga menyiapkan program peningkatan sanitasi masyarakat melalui pembangunan fasilitas MCK berbasis komunitas. Program Sanimas dirancang untuk mendukung kualitas lingkungan yang lebih sehat, dengan tetap mengutamakan ketersediaan air sebagai faktor utama.

Di Desa Oro-Oro Ombo, Kabupaten Nganjuk, layanan air minum saat ini telah tersedia melalui program Pamsimas dan pengembangan mandiri dari dana desa. Sistem tersebut telah melayani sebanyak 346 Sambungan Rumah (SR) atau sekitar 1.835 jiwa.

Namun, distribusi air di wilayah tersebut masih menghadapi kendala akibat keterbatasan debit air. Kondisi ini menyebabkan penyaluran dilakukan secara bergilir, sehingga belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan masyarakat secara optimal.

Menanggapi kondisi tersebut, Kepala BPBPK Jawa Timur, Denny Kumara, menyampaikan bahwa pemerintah tengah merencanakan pengembangan SPAM guna meningkatkan kapasitas dan keandalan layanan air bersih di wilayah tersebut.

Pengembangan ini diharapkan mampu mengatasi keterbatasan distribusi, sekaligus memperluas cakupan layanan air minum yang layak bagi masyarakat.

Integrasi antara program SPAM dan Sanimas menjadi pendekatan strategis yang tidak hanya berfokus pada ketersediaan air, tetapi juga pada peningkatan kualitas sanitasi lingkungan. Dengan demikian, masyarakat dapat memperoleh manfaat ganda berupa akses air bersih yang memadai serta lingkungan yang lebih sehat.

Program ini juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong pembangunan infrastruktur berbasis kebutuhan dasar masyarakat, khususnya di wilayah yang masih menghadapi keterbatasan akses air dan sanitasi.

Sumber: Kementerian PU / BPBPK Jawa Timur
Reporter: Ibnu Aji Sesario
Editor: Mochamad Makruf

Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.