Analisapublik.id – Pemerintah Kabupaten Tulungagung terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat infrastruktur jalan dan jembatan guna menunjang konektivitas regional serta mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Upaya ini dilakukan melalui sinergi strategis bersama UPT Pengelolaan Jalan dan Jembatan (PJJ) Kediri, unit pelaksana teknis di bawah Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Provinsi Jawa Timur, yang saat ini dipimpin oleh Ir. Ari Setijorini, S.T., M.T.
Di wilayah administratif Kabupaten Tulungagung, tercatat panjang total ruas jalan provinsi yang menjadi kewenangan UPT PJJ Kediri mencapai ±112,47 kilometer. Ruas-ruas ini memiliki peran vital dalam mendukung distribusi barang, mobilitas masyarakat, serta akses logistik antarwilayah seperti Kediri, Blitar, hingga Trenggalek.

Investasi Infrastruktur Tahun 2024–2025
Melalui skema perencanaan berkelanjutan, alokasi anggaran untuk penanganan infrastruktur jalan dan jembatan di Kabupaten Tulungagung terus meningkat.
Tahun Anggaran 2024, dana sebesar Rp 37,5 miliar telah dialokasikan untuk:
Pemeliharaan rutin jalan dan jembatan
Perbaikan titik-titik rawan longsor dan banjir
Rehabilitasi serta penguatan struktur jembatan
Tahun Anggaran 2025, anggaran infrastruktur direncanakan meningkat menjadi Rp 42,8 miliar, dengan fokus pada:
Peningkatan kapasitas jalan provinsi (pelebaran dan pengaspalan ulang)
Revitalisasi jembatan menggunakan sistem struktur baru
Penambahan marka dan rambu jalan di lokasi rawan kecelakaan
Prioritas Pekerjaan di Ruas Strategis Tulungagung
Beberapa ruas jalan yang menjadi prioritas utama penanganan meliputi:
Ruas Tulungagung–Kediri (via Campurdarat–Ngantru): Jalur utama distribusi logistik dan aktivitas ekonomi antar kabupaten.
Ruas Tulungagung–Blitar (via Boyolangu–Kalidawir): Penopang konektivitas regional.
Ruas Tulungagung–Sendang: Wilayah perbukitan rawan longsor, difokuskan pada peningkatan struktur jalan dan sistem drainase.
Kepala UPT PJJ Kediri, Ir. Ari Setijorini, S.T., M.T., menegaskan pentingnya koordinasi lintas sektor dalam mempercepat pembangunan infrastruktur.
“Kami berkomitmen untuk memastikan seluruh ruas jalan prioritas di Tulungagung berada dalam kondisi layak dan aman, khususnya sebagai jalur transportasi hasil pertanian dan sektor industri kecil menengah,” ujarnya.
Kolaborasi Dinas PU Kabupaten Tulungagung
Sinergi dengan pemerintah kabupaten juga menjadi kunci keberhasilan proyek-proyek ini. Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Tulungagung, Dwi Hari Subagyo, S.STP., M.Si., menyambut baik kolaborasi yang telah terjalin.
“Kolaborasi ini sangat membantu percepatan pembangunan infrastruktur daerah. UPT PJJ Kediri adalah mitra strategis yang responsif dalam menangani kondisi darurat kerusakan jalan dan jembatan,” tegasnya.
Partisipasi Masyarakat dalam Menjaga Infrastruktur
Ke depan, UPT PJJ Kediri akan memperkuat pendekatan partisipatif melalui sistem pemeliharaan berbasis aduan masyarakat. Komunitas lokal diharapkan berperan aktif dengan cara:
Melaporkan kerusakan jalan dan jembatan kepada instansi terkait
Tidak membebani jalan dengan muatan berlebih
Menjaga kelestarian fasilitas umum dan mencegah aktivitas yang dapat merusak konstruksi jalan
Dengan dukungan semua pihak—pemerintah, mitra teknis, dan masyarakat—pembangunan infrastruktur jalan di Tulungagung diharapkan berjalan optimal, berkelanjutan, dan berdampak nyata pada kesejahteraan warga. (HMWR/ENDY S)











