EkbisHeadlinePemerintahan

Jelang Nataru 2026, Bakorwil Malang dan Pemkot Surabaya Gelar Pasar dengan Sembako Murah

195
×

Jelang Nataru 2026, Bakorwil Malang dan Pemkot Surabaya Gelar Pasar dengan Sembako Murah

Sebarkan artikel ini

SURABAYA, analisapublik.id – Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) III Malang, Provinsi Jawa Timur, berkolaborasi dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menggelar Pasar Murah di Gedung Serbaguna, Tanah Kali Kedinding, Jalan Kenjeran, pada Selasa (11/11/2025).

Aksi intervensi pasar yang berlangsung selama dua hari, 11 hingga 12 November 2025, ini merupakan langkah strategis dalam menghadapi Hari Besar Keagamaan dan Tahun Baru 2026, dengan fokus utama pada pengendalian inflasi dan stabilisasi harga bahan pangan pokok.

Kepala Bakorwil III Malang, Asep Kusdinar, menjelaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah mewujudkan ketahanan pangan masyarakat Jawa Timur, khususnya warga Kota Surabaya yang padat.

“Kami hadir sebagai pemerintah di tengah-tengah masyarakat dengan mengadakan pasar murah dalam rangka mempertahankan ketahanan pangan. Pasar murah ini harga-harganya sudah diintervensi,” ujar Asep Kusdinar.

Menurutnya, komoditas yang dijual adalah bahan pokok yang selama ini menjadi pemicu utama inflasi di pasaran, seperti beras, gula, bawang merah, bawang putih, hingga telur.

“Makanya kami turun dengan harga yang sudah diintervensi,” tegasnya.

Untuk menarik antusiasme, kegiatan ini turut menggandeng Bank Jatim dan menyediakan hadiah doorprize berupa body bag. Ia berharap warga, khususnya di Tanah Kali Kedinding, dapat memanfaatkan pasar murah ini semaksimal mungkin.

Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan (Dinkopumdag) Kota Surabaya, Febrina Kusumawati, menyambut baik kolaborasi tersebut. Menurutnya, kegiatan ini sangat membantu warga untuk memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau.

“Ini program dari Bakorwil Malang dan untuk Surabaya dipilih titiknya di Kelurahan Tanah Kali Kedinding ini, Kecamatan Kenjeran, selama dua hari,” jelas Febri.

Ia menambahkan, pemilihan lokasi di Tanah Kali Kedinding bukan tanpa alasan. Wilayah ini merupakan daerah padat penduduk dan belum pernah dilaksanakan pasar murah di titik tersebut sebelumnya. Febri juga memastikan bahwa kegiatan ini melibatkan UMKM dari warga sekitar.

“Harapannya dengan adanya pasar murah ini, salah satunya untuk pengendalian inflasi. Jadi, warga bisa mendapatkan barang kebutuhan pokok dengan harga murah dan terutama untuk mencegah agar harga beras itu terus naik,” harapnya.

(Res)