HeadlinePemerintahan

Jelang Musim Hujan, Pemkot Surabaya All Out Normalisasi Saluran dan Siagakan Pompa Banjir

404
×

Jelang Musim Hujan, Pemkot Surabaya All Out Normalisasi Saluran dan Siagakan Pompa Banjir

Sebarkan artikel ini

SURABAYA, Analisapublik.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) menunjukkan keseriusan penuh dalam menyambut musim hujan. Upaya komprehensif dilakukan secara intensif, meliputi normalisasi saluran vital, pengerukan sedimen, hingga pemeliharaan infrastruktur utama untuk meminimalkan risiko banjir dan genangan.

Kepala Bidang Drainase DSDABM Kota Surabaya, Windo Gusman Prasetyo, menjelaskan bahwa seluruh kegiatan difokuskan pada upaya pencegahan sejak dini selama musim kemarau lalu.

“Secara pengelolaan drainase, kami telah memaksimalkan upaya pemeliharaan. Kegiatan utama kami adalah normalisasi sedimen skala besar, termasuk penanganan eceng gondok dan endapan lumpur. Ini merupakan upaya kolaboratif lintas sektor yang kuat, melibatkan DLH, BBWS, dan Dinas Pekerjaan Umum Provinsi,” jelas Windo, Senin (20/10/2025).

Windo menegaskan, pengerjaan fisik dilakukan sesuai Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) dan difokuskan pada titik-titik rawan genangan. Tujuan utamanya adalah mengembalikan daya tampung air di saluran.

“Setelah proses normalisasi yang efektif membersihkan sedimen lumpur dan sampah, yang terjadi adalah pengembalian kapasitas saluran ke kondisi optimalnya, yang secara signifikan akan meningkatkan kemampuan saluran dalam menerima debit air hujan,” tegasnya.

DSDABM memprioritaskan saluran dengan dampak strategis tinggi, meskipun diakui tantangan kebutuhan alat berat cukup besar. Sejumlah saluran primer dan sekunder yang menjadi fokus pengerjaan utama meliputi Avour Wonorejo, Kebon Agung, Pegirian, Kali Tebu, dan kawasan Semolowaru.

Kesiapan infrastruktur penunjang, seperti rumah pompa dan bozem, juga menjadi perhatian utama. Bidang Sarana dan Prasarana (Sarpras) DSDABM telah menjalankan evaluasi dan identifikasi menyeluruh.

“Kami pastikan seluruh fungsi pompa banjir berjalan optimal. Pengecekan kondisi genset juga rutin dilakukan untuk memastikan operasional pompa tidak terganggu saat terjadi pemadaman listrik. Kegiatan perbaikan dan pemeliharaan ini adalah agenda rutin yang kami lakukan sebagai bagian integral dari kesiapan menghadapi curah hujan tinggi,” imbuh Windo.

Windo menerangkan, kerawanan genangan masih terdistribusi merata di beberapa wilayah, termasuk kawasan utara seperti Simorejosari, Simohilir, Petemon, Krembangan, dan Kalianak; timur di Medokan Ayu dan Semolowaru; serta barat di Tengger.

Meskipun pembangunan box culvert di Petemon dan Tengger serta normalisasi di Kalianak telah rampung, peningkatan kapasitas rumah pompa yang melayani kawasan tersebut masih menjadi kebutuhan mendesak.

“Khususnya, rumah pompa di Bukit Barisan yang melayani area Petemon Sidomulyo hingga Petemon Kali. Hal ini menjadi catatan penting, sejalan dengan rencana pembangunan rumah pompa baru di Pacuan Kuda dan Simo Kwagean yang belum terealisasi,” terangnya.

Menutup keterangannya, Windo menekankan bahwa penanggulangan banjir adalah upaya kolektif. DSDABM telah menyiagakan Satuan Tugas Unit Reaksi Cepat (URC) di setiap wilayah, yang siap bergerak 24 jam.

“Kami mengimbau masyarakat untuk turut menjaga kebersihan saluran dengan tidak membuang sampah, aktif melakukan kerja bakti, dan yang terpenting, saling menginformasikan titik genangan agar tim kami dapat bertindak cepat,” pesannya.

“Upaya ini menunjukkan komitmen kuat Pemkot Surabaya untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi warganya dalam menghadapi tantangan musim hujan,” pungkas Windo.

(Res)

Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.