Kapolresta Sidoarjo bersama santri Ponpes Manba’ul Hikam menggelar Motoran Santun untuk mengampanyekan penggunaan helm dan keselamatan berkendara.
Sidoarjo, Analisapublik.id – Polresta Sidoarjo menggelar Motoran Santun bersama puluhan santri Pondok Pesantren Manba’ul Hikam, Tanggulangin, dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2026 yang jatuh pada 22 Oktober sekaligus mengampanyekan penggunaan helm dan kepatuhan terhadap aturan lalu lintas.
Kegiatan tersebut melibatkan Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Sidoarjo, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta pengasuh pondok pesantren.
Motoran Santun diawali dengan apel dan pelepasan peserta di depan Pondok Pesantren Manba’ul Hikam, Tanggulangin.
Kapolresta Sidoarjo AKBP Bobby A Condroputra bersama Bupati Sidoarjo H. Subandi dan Pengasuh Ponpes Manba’ul Hikam KH. Abdul Wahid Harun menekan tombol sirene sebagai tanda dimulainya kegiatan.
Mengenakan baju koko putih dan sarung, Kapolresta, Bupati, serta para santri mengikuti kegiatan berkendara bersama dengan menggunakan helm berstandar nasional Indonesia (SNI).
Rombongan menempuh perjalanan dari Pondok Pesantren Manba’ul Hikam menuju Pendopo Kabupaten Sidoarjo.
Sepanjang perjalanan, peserta diarahkan berkendara secara tertib dan menghormati pengguna jalan lainnya sebagai bagian dari edukasi keselamatan berlalu lintas.
Kapolresta Sidoarjo AKBP Bobby A Condroputra menegaskan bahwa Motoran Santun bukan sekadar kegiatan berkendara bersama, melainkan sarana meningkatkan kesadaran keselamatan di kalangan santri dan masyarakat.
“Melalui momentum Hari Santri Nasional, kami ingin mengajak seluruh santri dan masyarakat Sidoarjo untuk menjadi pelopor tertib berlalu lintas. Santri itu harus santun, termasuk saat di jalan raya. Kuncinya, pakai helm, patuhi aturan, dan hargai pengguna jalan lain,” ujar Bobby.
Menurutnya, penggunaan helm dan kepatuhan terhadap peraturan lalu lintas merupakan langkah penting untuk mengurangi risiko kecelakaan serta melindungi keselamatan pengendara.
Keterlibatan santri dalam kampanye tersebut diharapkan dapat memperluas pemahaman mengenai pentingnya perilaku berkendara yang bertanggung jawab.
Pengasuh Pondok Pesantren Manba’ul Hikam KH. Abdul Wahid Harun mengapresiasi kegiatan yang melibatkan kepolisian dan pemerintah daerah tersebut.
Ia menilai edukasi keselamatan berkendara diperlukan agar santri memahami pentingnya melindungi diri dan menghormati pengguna jalan lainnya.
Kegiatan Motoran Santun juga menjadi sarana memperkuat hubungan antara kepolisian, pemerintah daerah, dan lingkungan pesantren melalui pendekatan edukatif.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan foto bersama di Pendopo Kabupaten Sidoarjo serta doa bersama untuk keselamatan bangsa.
Kampanye tertib lalu lintas melalui momentum Hari Santri Nasional tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi diterapkan dalam kebiasaan berkendara sehari-hari.
Reporter: Bhayu Indarto
Redaktur: Aris Setyoadji



