Surabaya, analisapublik.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya kembali mencatatkan kinerja moncer dalam penyerapan modal. Hingga triwulan III (Januari-September) 2025, total realisasi investasi yang masuk ke Kota Pahlawan telah mencapai Rp31,3 triliun. Angka ini menempatkan Surabaya di jalur cepat untuk memenuhi target investasi tahunan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kota Surabaya, Lasidi, mengatakan capaian ini sudah mendekati target tahunan yang dipatok sebesar Rp42,69 triliun.
“Untuk tahun ini target kita Rp42,69 triliun. Alhamdulillah triwulan III, kita sudah mendapat Rp31,3 triliun. Jadi, tinggal Rp11 triliun lagi, insyaallah bisa menutup untuk target investasi di Kota Surabaya,” kata Lasidi, Selasa (25/11/2025).
Investasi Wajib Libatkan Warga Lokal
Lasidi menjelaskan, kunci keberhasilan ini adalah kemudahan perizinan dan kolaborasi kuat dengan seluruh pemangku kepentingan. Namun, Pemkot Surabaya memastikan investasi yang masuk harus memberikan dampak positif yang konkret bagi masyarakat.
Wali Kota Eri Cahyadi, menurut Lasidi, menginstruksikan agar setiap investasi harus menyejahterakan warga. Ia mencontohkan, proyek investasi di sektor perhotelan wajib melibatkan tenaga kerja lokal dari warga sekitar.
“Kalau misalkan ada investasi masuk, misalnya hotel, berarti untuk pekerjanya ini berapa persennya juga dari Surabaya,” katanya.
Tak hanya tenaga kerja, hotel dan industri besar lainnya juga diarahkan untuk mengambil pasokan kebutuhan, seperti sandal hotel atau sayur-mayur, dari pelaku usaha mikro lokal. “Bahkan sekarang sudah ada Koperasi Merah Putih. Jadi kita nyambung,” jelas Lasidi.
Untuk memfasilitasi calon pengusaha dan investor, Pemkot Surabaya menyediakan Klinik Investasi di Lantai 3 Gedung Siola. Klinik ini menjadi pusat pendampingan dan konsultasi lengkap, bahkan menyediakan informasi terkait peta potensi usaha di Kota Pahlawan.
“Di situ ada peta potensi mau usaha apa, di mana, nanti itu berapa tahun anggarannya dan berapa tahun bisa kembali. Di Klinik Investasi ada hitung-hitungannya,” pungkas Lasidi.
(Res)











