Opini

Dari Shizuoka untuk Indonesia: Pembelajaran Konservasi Hutan melalui KKN-BBK Internasional UNAIR

2217
×

Dari Shizuoka untuk Indonesia: Pembelajaran Konservasi Hutan melalui KKN-BBK Internasional UNAIR

Sebarkan artikel ini

Surabaya , Analisapublik.id – Universitas Airlangga (UNAIR) memperkuat kolaborasi internasional di bidang pendidikan lingkungan melalui pelaksanaan Forest Management Educational Program bersama Delve Education dan Shizuoka University, Jepang.

Program yang terintegrasi dengan kegiatan KKN-BBK 8 Internasional UNAIR tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mempelajari secara langsung praktik pengelolaan dan konservasi hutan berkelanjutan di Prefektur Shizuoka.

Selama sembilan hari, para peserta mengikuti kegiatan akademik, penelitian, dan praktik lapangan yang dipandu oleh dosen, peneliti, serta praktisi kehutanan setempat. Mahasiswa tidak hanya memperoleh materi mengenai pengelolaan hutan di dalam kelas, tetapi juga terlibat dalam kegiatan konservasi bersama masyarakat.

Sebanyak 15 mahasiswa UNAIR mengikuti program tersebut, yakni Angela Putri Togu Corinthia Sinaga, Muhammad Azkal Azkiya, Firdivana Alifia Fitzcy, Darren Willis Hutarso, Lim Khai Xiang, Arifa Izza Fidela, Muhammad Fikri Hidayat, Immanuel Michael Erbian Dara, Aisha Saraswati Pratama, Pasha Vallerie Royce, Muhammad Daffa Tristan, Dwi Jatmiko, Vaiq Veto Daniswara, Athaya Maheswari Jumhur, dan Ronald Gerry Pratama.

Dalam rangkaian kegiatan, mahasiswa tinggal di sebuah kabin di tengah kawasan hutan Tenryu. Lingkungan tersebut menjadi ruang pembelajaran untuk memahami hubungan antara kehidupan masyarakat, pengelolaan sumber daya alam, dan keberlanjutan ekosistem hutan.

Peserta mempelajari berbagai jenis vegetasi, karakteristik morfologi dan ekologi tanaman, teknik identifikasi pohon, serta faktor-faktor yang memengaruhi pertumbuhan tanaman. Mahasiswa juga dilatih memprediksi perkembangan vegetasi berdasarkan kondisi hutan dan metode pengelolaan yang diterapkan.

Kolaborasi antaruniversitas tersebut tidak berhenti pada pembelajaran teori. Para peserta turut memasang pagar pelindung untuk mencegah kerusakan vegetasi akibat rusa liar serta mengikuti kegiatan penanaman pohon sebagai bentuk kontribusi terhadap pelestarian ekosistem.

Salah satu peserta, Ronald Gerry Pratama, mengatakan program tersebut memberikan pelajaran penting mengenai kerja sama dan tanggung jawab.

“Satu nilai yang paling saya ingat dan benar-benar saya dapatkan dari program ini adalah kerja sama. Dalam arti yang lebih holistik, kerja sama bukan hanya tentang berkolaborasi dengan tim, tetapi juga tentang mengendalikan diri agar dapat menjalankan setiap tanggung jawab dengan baik,” ujarnya.

Selain mengikuti kegiatan konservasi, mahasiswa juga menjalankan penelitian berbasis masyarakat. Peserta melakukan survei dengan membagikan kuesioner kepada warga di Kota Iwata dan Kakegawa untuk mengumpulkan data sesuai topik penelitian yang telah ditentukan.

Data tersebut selanjutnya dianalisis dan dipresentasikan pada akhir program. Kegiatan ini dirancang untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, komunikasi lintas budaya, dan adaptasi mahasiswa dalam lingkungan internasional.

Menurut Ronald, pelaksanaan penelitian di tengah masyarakat menunjukkan bahwa kemampuan akademik harus didukung keterampilan berkomunikasi.

“Dari proses pengambilan data, saya belajar bahwa hard skill dan soft skill harus berjalan beriringan. Kami tidak hanya dituntut memahami kondisi lapangan dan menyusun strategi penelitian, tetapi juga membangun komunikasi dengan masyarakat,” katanya.

Ia menambahkan, keberhasilan penelitian tidak hanya ditentukan oleh metode yang digunakan, tetapi juga kemampuan peneliti dalam beradaptasi dan menjalin interaksi dengan masyarakat.

Melalui kolaborasi tersebut, UNAIR dan Shizuoka University tidak hanya membuka ruang pertukaran pengetahuan mengenai pengelolaan hutan berkelanjutan, tetapi juga memperkuat pengalaman akademik dan internasional mahasiswa.

Pengetahuan serta pengalaman yang diperoleh selama program diharapkan dapat diterapkan di Indonesia, terutama untuk mendorong lahirnya inovasi pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan.

Program ini juga menjadi bukti bahwa kerja sama antaruniversitas dapat berperan dalam mempertemukan pembelajaran akademik, praktik konservasi, penelitian masyarakat, dan pertukaran budaya untuk menjawab tantangan lingkungan global.

Penulis: Athaya Maheswari Jumhur
Mahasiswi Ilmu Sejarah Universitas Airlangga dan Peserta KKN-BBK 8 International Shizuoka University

Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.