HeadlinePemerintahan

Cetak Generasi Emas 2045: 800 Orang Tua di Surabaya Diwisuda Setelah ‘Sekolah Parenting’ 14 Kali Pertemuan

573
×

Cetak Generasi Emas 2045: 800 Orang Tua di Surabaya Diwisuda Setelah ‘Sekolah Parenting’ 14 Kali Pertemuan

Sebarkan artikel ini

SURABAYA, analisapublik.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya kembali menegaskan komitmennya dalam membangun kualitas sumber daya manusia (SDM) sejak dini. Melalui program unggulan, Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH), sebanyak 800 orang tua dari Kecamatan Gubeng dan Bubutan resmi diwisuda setelah menuntaskan 14 kali pertemuan pelatihan parenting.

Prosesi wisuda digelar meriah di Graha YKP, Medokan Asri Utara, pada Selasa (14/10/2025), dipimpin langsung oleh Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kota Surabaya, Rini Indriyani.

Ketua TP PKK Kota Surabaya, yang akrab disapa Bunda Rini, mengatakan wisuda ini adalah bentuk apresiasi Pemkot terhadap konsistensi para orang tua.

“Hari ini kita mewisuda sekitar 800 dari Kecamatan Bubutan dan Gubeng. Totalnya sebenarnya ada 11.000 orang tua dengan anak balita [yang mengikuti SOTH]. Tapi kita bagi lokasinya agar memudahkan mereka tidak terlalu jauh dari tempat acara,” jelas Bunda Rini.

Ia menekankan bahwa kehadiran rutin para peserta dalam 14 kali pertemuan menunjukkan komitmen yang luar biasa di tengah kesibukan mereka.

Baca Juga:  Pasar Murah AGP 2025 Kembali Hadir di Surabaya, Ringankan Beban Warga dan Jaga Akses Pangan Terjangkau

“Tentunya kalau hadir itu kan butuh effort, tenaga, waktu, mungkin anaknya rewel atau mereka sibuk. Tapi beliau-beliau mau hadir untuk menjadi orang tua yang lebih hebat dengan ilmu yang kita berikan, itu sesuatu yang luar biasa,” katanya.

Bunda Rini menegaskan, pembentukan karakter anak dimulai sejak usia 0 hingga 5 tahun. Oleh karena itu, keikutsertaan orang tua dalam SOTH diharapkan mampu mencetak Generasi Emas 2045. “Harapan kami anak-anak di Kota Surabaya ini akan terbentuk karakternya, sehingga mereka siap menjadi generasi emas 2045,” tuturnya.

Peran Ayah dan Kakek dalam Parenting Modern
Program SOTH terbukti mengubah perspektif pengasuhan dalam keluarga. Salah satu wisudawan, Ahmad Rasyid Zakaria, dari Kelurahan Baratajaya, Kecamatan Gubeng, mengaku mendapatkan banyak pelajaran berharga yang membuatnya menjadi ayah yang lebih sabar dan penuh kasih sayang.

“Manfaatnya itu menjadi orang tua yang lebih sabar dan kasih sayang kepada anak,” ujar Rasyid.

Ia menilai, tanggung jawab mendidik anak bukan hanya milik ibu. “Soalnya kan ibu ada capeknya, ada marah-marahnya. Jadi bapak juga harus punya peran di dalamnya, ikut membantu. Terima kasih untuk SOTH yang menjadikan saya sebagai ayah yang lebih memahami anak,” katanya.

Baca Juga:  Ekonomi Surabaya Melesat, Realisasi Investasi Tembus Rp31,3 Triliun, Capai 73% Target Tahunan

Pengalaman mendalam juga dirasakan Didik Purwanto, seorang kakek dari Kelurahan Airlangga, Kecamatan Gubeng. Ia berterima kasih kepada Pemkot Surabaya dan Wali Kota Eri Cahyadi karena SOTH memberikannya wawasan baru tentang pengasuhan anak dan cucu.

Didik bercerita, cucunya yang berusia dua tahun sempat mengalami keterlambatan bicara. Setelah mendapat saran dari SOTH, ia mengkonsultasikannya ke dokter. “Setelah dikasih arahan, akhirnya saya konsultasikan ke dokter dan diterapi. Alhamdulillah sekarang bisa bicara lancar,” ujarnya haru.

Sebagai seorang kakek, Didik kini menyadari perannya penting dalam tumbuh kembang anak, terutama di tengah tantangan gawai. “Zaman sekarang ini banyak gangguan dari luar, terutama handphone. Anak kecil sekarang sudah main handphone semua. Jadi yang saya khawatirkan, kalau tidak didampingi bisa bahaya. Itu dijelaskan juga di SOTH,” tambahnya.

Peserta lain, Ida dari Kelurahan Jepara, Kecamatan Bubutan, juga merasakan perubahan besar dalam pola asuhnya. “Dengan adanya SOTH ini, kita sebagai orang tua bisa mendidik anak lebih berhati-hati. Yang dulunya agak kasar, sekarang lebih sabar lagi,” ujar Ida.

Baca Juga:  Walikota Eri Cahyadi Gelar Rapat Tingkat Tinggi Pengendalian Inflasi hingga Digitalisasi

Pengalaman-pengalaman ini menunjukkan bahwa SOTH telah melampaui sekadar pelatihan, menjadi gerakan kolektif untuk menyiapkan fondasi keluarga yang kuat demi masa depan Surabaya.

(Res)

Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.