SURABAYA, analisapublik.id – Pemerintah Kabupaten Tuban serius berbenah dalam tata kelola kebersihan kota. Melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLHP), Tuban kini memiliki amunisi baru, satu unit road sweeper atau mesin penyapu jalan otomatis. Alat berteknologi tinggi ini didatangkan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi menjaga kebersihan lingkungan perkotaan.
Kepala DLHP Kabupaten Tuban, Anton Tri Laksono, menjelaskan bahwa pengadaan mesin penyapu otomatis ini menelan anggaran sekitar Rp1,1 miliar pada tahun 2025.
“Mesin ini efektif untuk membersihkan pasir, kerikil, dan sampah kecil yang sulit dijangkau oleh sapu lidi, termasuk bunga dan buah pohon sono yang banyak terdapat di sepanjang jalan di Tuban,” jelas Anton, Kamis (16/10/2025).
Dari Viral di Medsos Hingga Uji Fungsi
Road sweeper ini sempat mencuri perhatian publik di media sosial saat proses uji fungsi dan penyetelan dilakukan. Anton memastikan bahwa alat tersebut, yang bernama resmi road sweeper sesuai katalog e-purchasing, berfungsi optimal sebelum dioperasikan penuh.
“Kami memastikan alat berfungsi baik. Setelah pelatihan operator selesai, road sweeper akan segera dioperasikan,” ujarnya.
Mesin berbahan bakar diesel ini, menurut Anton, dirancang bersifat mobile sehingga mampu menjangkau area perkotaan yang luas. Kemudahan perawatan dan ketersediaan suku cadang juga menjadi pertimbangan utama dalam pengadaan.
Teknologi Bukan Pengganti, Tapi Pendukung Petugas
Penggunaan teknologi ini memicu pertanyaan klasik: apakah akan menggantikan tenaga manusia? DLHP Tuban sigap menepis kekhawatiran tersebut. Anton menegaskan bahwa penggunaan road sweeper justru berfungsi sebagai pendukung dan peringanan beban kerja para petugas kebersihan, bukan sebagai pengganti.
“Kami mendorong sinergi antara teknologi dan tenaga manusia demi menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman,” tegas Anton, menandaskan komitmen Pemkab Tuban terhadap tenaga kerja sekaligus efisiensi.
DLHP Tuban berharap penggunaan alat ini memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, yaitu jalan yang lebih bersih dari dedaunan, pasir, dan debu, yang secara otomatis meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan.
Saat ini, DLHP Tuban telah menyiapkan mekanisme monitoring dan evaluasi ketat terhadap pemanfaatan alat. Evaluasi akan mencakup efektivitas, efisiensi, jam kerja, hingga cakupan wilayah operasional. “Kami terbuka terhadap masukan dari masyarakat demi optimalisasi kebersihan Kota Tuban,” pungkas Anton.
(Res)





