Pacitan, analisapublik.id – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, secara bertahap menggelar uji kelayakan konstruksi terhadap puluhan bangunan pondok pesantren (ponpes) di wilayah setempat. Langkah ini diambil sebagai upaya mitigasi dini menyusul insiden ambruknya bangunan ponpes di Sidoarjo beberapa waktu lalu.
Kepala DPUPR Pacitan, Suparlan, menegaskan kegiatan ini merupakan bagian penting dari pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang di Pacitan. “Kami lakukan penilaian konstruksi terhadap seluruh ponpes. Ini bagian dari mitigasi,” ujarnya pada Kamis.
Fokus pada Struktur Bangunan dan Potensi Gempa
Pemeriksaan difokuskan secara menyeluruh pada aspek struktur dan kekuatan bangunan untuk meminimalkan risiko kerusakan. Suparlan menambahkan bahwa seluruh gedung dalam kompleks ponpes akan diperiksa, bukan hanya satu bangunan saja.
”Satu ponpes kami periksa seluruh gedungnya, bukan hanya satu bangunan saja,” kata Suparlan.
Kegiatan ini telah dimulai sejak Rabu pekan lalu (8/10), dengan Pondok Pesantren Tremas di Kecamatan Arjosari sebagai lokasi pemeriksaan tahap awal. Selanjutnya, tim akan menyusuri ponpes-ponpes lain di Pacitan.
Rekomendasi Teknis dan Jaminan Kualitas
Hasil uji kelayakan ini akan dituangkan dalam rekomendasi teknis dari DPUPR. Penilaiannya mencakup beberapa faktor krusial, mulai dari ketahanan struktur terhadap gempa, kualitas material bangunan, hingga faktor historis bagi bangunan tua yang masih digunakan.
”Pacitan ini daerah rawan gempa, jadi kami pastikan ada jaminan kualitas pada bangunan yang digunakan untuk kegiatan pendidikan,” tegasnya.
Untuk memastikan akurasi penilaian, DPUPR menerjunkan tenaga ahli berkompeten di bidang teknik sipil dan arsitektur. “DPUPR memiliki petugas dengan latar belakang sarjana sipil dan arsitektur, sehingga kompetensinya terjamin,” tutup Suparlan.( wa/ar)





