Probolinggo, analisapublik.id – Bupati Probolinggo, Mohammad Haris, memastikan penanganan darurat banjir bandang yang menerjang tiga desa di Kecamatan Tiris berjalan optimal, serta layanan dasar bagi warga terdampak bencana terpenuhi dengan baik.
Bupati Haris bersama sejumlah pejabat dan anggota DPRD Probolinggo langsung meninjau lokasi bencana di Kecamatan Tiris pada Jumat (12/12/2025). Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan kondisi lapangan, mempercepat asesmen, dan memastikan penanganan darurat berjalan maksimal.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan melakukan pengecekan pada jembatan yang rusak di Desa Tiris, serta rumah milik Sudianto di Dusun Taman yang bagian dapurnya jebol akibat longsor. Bantuan simbolis juga diserahkan kepada tujuh rumah yang terdampak banjir bandang.
Fokus Mitigasi dan Kebutuhan Dasar
Bupati Haris menjelaskan bahwa peningkatan curah hujan ekstrem dalam beberapa minggu terakhir telah diantisipasi melalui mitigasi yang dilakukan oleh sejumlah perangkat daerah, khususnya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
“Sejak beberapa pekan lalu, ketika curah hujan mulai sangat tinggi dan ekstrem, pihaknya sudah memerintahkan semua OPD terkait terutama BPBD untuk melakukan mitigasi bencana,” tutur Haris.
Kekhawatiran akan dampak curah hujan tinggi terbukti ketika tiga aliran sungai di wilayah Pegunungan Argopuro menyatu, membawa debit air besar, dan merusak jembatan di Kecamatan Tiris.
Saat ini, prioritas utama pemerintah daerah adalah pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak. “Yang terpenting sekarang adalah bagaimana masyarakat yang terisolasi bisa mendapatkan kebutuhan pokok, akses kesehatan, termasuk untuk anak sekolah dan ibu hamil,” ujarnya.
Pemerintah daerah tengah menyiapkan jembatan darurat, bantuan makanan, pakan, dan kebutuhan pokok lainnya. Asesmen struktur jembatan dan perubahan geometri sungai sedang dilakukan, termasuk dampaknya terhadap bangunan sekolah di sekitarnya.
Apresiasi Evakuasi Mandiri dan Rencana Pembangunan Ulang
Bupati Haris mengapresiasi tinggi warga yang telah sigap melakukan evakuasi mandiri segera setelah air naik. Berkat kesigapan tersebut, sejauh ini tidak ada korban jiwa yang tercatat, kecuali satu korban di Dusun Puncaksari yang telah ditangani.
Lebih lanjut, Bupati memastikan bahwa seluruh jembatan yang terdampak akan dibangun kembali dengan standar yang lebih tinggi dan lebih tangguh.
“Semua jembatan harus dibangun lebih tinggi agar tidak mudah terdampak banjir,” tutupnya.( wa/ar)





