SURABAYA, analisapublik.id – Baru sekitar sepuluh hari mengemban amanah sebagai Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak, AKBP Irwan Kurniawan memilih membangun kedekatan dengan masyarakat melalui jalur spiritual dan silaturahmi dengan para tokoh agama.
Pada Jumat (7/8/2026), Irwan bersama jajaran Pejabat Utama (PJU) dan sejumlah kapolsek di lingkungan Polres Pelabuhan Tanjung Perak mendatangi kawasan Wisata Religi Sunan Ampel dan Kompleks Makam Boto Putih, Surabaya.
Kegiatan yang berlangsung sekitar pukul 11.00 hingga 14.00 WIB itu tidak sekadar menjadi agenda ziarah. Pertemuan dengan para pengurus dan tokoh agama menjadi bagian dari upaya memperkuat komunikasi serta membangun sinergi antara kepolisian dan unsur keagamaan di wilayah hukum Polres Pelabuhan Tanjung Perak.
Kedatangan AKBP Irwan bersama rombongan disambut hangat para tokoh agama dan pengurus yayasan di kawasan Sunan Ampel.
Rangkaian kegiatan diawali dengan silaturahmi bersama pengurus Yayasan Masjid Agung Sunan Ampel. Setelah itu, rombongan melaksanakan Salat Jumat berjamaah di Masjid Agung Sunan Ampel.
Usai ibadah, kegiatan dilanjutkan dengan ziarah ke makam Sunan Ampel. Rombongan juga menyempatkan diri berziarah ke makam Mbah Bolong dan Mbah Sholeh yang berada di kawasan tersebut.
Suasana khidmat terasa sepanjang kegiatan. Ziarah menjadi momentum untuk mengenang perjalanan dakwah para ulama sekaligus mengambil keteladanan dari tokoh-tokoh yang memiliki peran besar dalam menyebarkan nilai keagamaan, kedamaian, dan kehidupan sosial yang harmonis di tengah masyarakat.
Setelah ziarah, AKBP Irwan dan rombongan mengikuti ramah tamah bersama pengurus yayasan di Ruang Imaman.
Dari Sunan Ampel, rombongan kemudian melanjutkan perjalanan menuju Kompleks Makam Boto Putih.
Di lokasi tersebut, Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak bersama jajaran kembali melaksanakan ziarah. Beberapa makam yang dikunjungi antara lain makam Sunan Boto Putih, makam Al Habib Syekh bin Abdullah Bafaqih, serta makam Adipati Panji Djoyodirono.
Rangkaian ziarah di Boto Putih berlangsung dengan pendampingan pengurus makam.
Bagi AKBP Irwan, ziarah menjadi ruang untuk melakukan refleksi sekaligus mengingat kembali nilai-nilai keteladanan yang ditinggalkan para ulama dan tokoh terdahulu.
Ia memandang tugas kepolisian tidak hanya membutuhkan kemampuan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga menuntut keikhlasan, kesabaran, ketulusan, serta kebijaksanaan dalam menghadapi berbagai persoalan masyarakat.
Nilai-nilai tersebut dinilai penting karena polisi berada di tengah masyarakat dengan karakter dan persoalan yang beragam.
Pendekatan keamanan yang berjalan beriringan dengan pendekatan sosial dan keagamaan diharapkan mampu memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian.
Apalagi, wilayah hukum Polres Pelabuhan Tanjung Perak memiliki karakteristik yang cukup kompleks. Selain kawasan permukiman dan pusat aktivitas ekonomi, wilayah tersebut juga bersinggungan dengan aktivitas pelabuhan, perdagangan, mobilitas masyarakat, serta kawasan religi yang setiap hari didatangi masyarakat dari berbagai daerah.
Dalam konteks tersebut, komunikasi dengan tokoh agama memiliki posisi strategis.
Tokoh agama dan pengurus lembaga keagamaan selama ini menjadi salah satu unsur yang memiliki kedekatan langsung dengan masyarakat. Karena itu, sinergi antara kepolisian dan tokoh agama dapat menjadi kekuatan sosial dalam menjaga suasana keamanan dan ketertiban masyarakat.
Agenda AKBP Irwan tersebut juga menjadi salah satu langkah awalnya setelah resmi menduduki jabatan Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak.
Ia resmi menggantikan AKBP Wahyu Hidayat setelah serah terima jabatan yang berlangsung pada 28 Juli 2026.
Sebelum dipercaya memimpin Polres Pelabuhan Tanjung Perak, AKBP Irwan Kurniawan tercatat menjalankan tugas sebagai Kasubdit 3 Ditres Siber Polda Jawa Timur.
Dengan demikian, kunjungan ke Sunan Ampel dan Boto Putih pada 7 Agustus berlangsung hanya beberapa hari setelah dirinya resmi memegang kendali di Polres Pelabuhan Tanjung Perak.
Pilihan untuk melakukan silaturahmi dengan tokoh agama sejak awal masa kepemimpinannya menunjukkan pentingnya membangun komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat.
Bagi kepolisian, menjaga keamanan bukan hanya persoalan penindakan ketika terjadi gangguan kamtibmas. Jauh sebelum persoalan muncul, komunikasi, kolaborasi, dan kepercayaan publik menjadi bagian penting dari upaya menciptakan situasi yang kondusif.
Ziarah yang dilakukan AKBP Irwan pun dapat ditempatkan dalam kerangka tersebut.
Di tengah suasana religius Sunan Ampel dan Boto Putih, pesan yang dibangun adalah bahwa pengabdian kepada masyarakat membutuhkan fondasi moral dan keteladanan.
Para ulama yang dimakamkan di kawasan tersebut meninggalkan warisan nilai yang tidak hanya berkaitan dengan kehidupan keagamaan, tetapi juga tentang bagaimana membangun hubungan sosial secara damai dan menghargai keberagaman masyarakat.
Semangat tersebut sejalan dengan kebutuhan Polri untuk terus memperkuat pendekatan humanis dalam menjalankan tugas.
Kapolres bersama jajarannya diharapkan tidak hanya hadir ketika masyarakat membutuhkan pelayanan kepolisian, tetapi juga mampu membangun ruang komunikasi dengan berbagai unsur masyarakat, termasuk ulama, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan pengurus lembaga sosial.
Silaturahmi yang dilakukan AKBP Irwan juga menjadi ruang untuk membuka komunikasi sejak awal masa kepemimpinannya.
Sebab, keamanan dan ketertiban tidak mungkin hanya dibebankan kepada aparat kepolisian. Dibutuhkan keterlibatan masyarakat dan seluruh elemen sosial agar situasi kamtibmas dapat dijaga secara bersama-sama.
Dari kawasan Sunan Ampel hingga Boto Putih, agenda tersebut akhirnya bukan sekadar perjalanan ziarah.
Lebih jauh, kegiatan itu menjadi simbol upaya membangun hubungan yang lebih dekat antara kepolisian dengan para tokoh agama, sekaligus menegaskan pentingnya nilai spiritual, keteladanan, dan pendekatan humanis dalam menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.
Di awal masa kepemimpinannya, AKBP Irwan Kurniawan seolah ingin menegaskan bahwa menjaga keamanan tidak hanya dilakukan dengan kekuatan penegakan hukum, tetapi juga melalui komunikasi, silaturahmi, dan membangun kepercayaan bersama masyarakat.






