Puskesmas Dono Tulungagung memberdayakan kader kesehatan untuk memperkuat Forum Desa Sehat, tata kelola program, dan pelayanan masyarakat.
Tulungagung, Analisapublik.id – Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung melalui UPT Puskesmas Dono, Kecamatan Sendang, menggelar kegiatan pemberdayaan kader kesehatan di Balai Desa Dono, Kamis, 5 November 2026, guna memperkuat pembentukan Forum Desa Sehat dan mendukung terwujudnya Kecamatan Sehat melalui kolaborasi pemerintah desa, tenaga kesehatan, dan masyarakat.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kelembagaan kesehatan desa sekaligus meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang bersih, aman, dan sehat.
Forum Desa Sehat diharapkan menjadi wadah koordinasi lintas sektor agar pelaksanaan program kesehatan tidak hanya bergantung pada tenaga medis, tetapi juga melibatkan pemerintah desa dan kader kesehatan.
Kegiatan ini dihadiri perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung Lis Wulandari, S.Sos., M.M., bersama Tim Forum Kabupaten Sehat, Kepala Puskesmas Dono beserta jajaran tenaga kesehatan, Sekretaris Desa Dono, perangkat desa, dan kader kesehatan setempat.
Dalam kegiatan tersebut, Lis Wulandari menekankan pentingnya kesiapan administrasi dan kelengkapan dokumen sebagai bagian dari penguatan tata kelola program kesehatan desa.
Para kader diminta menyiapkan data penggunaan Dana Desa untuk bidang kesehatan, baik kegiatan fisik maupun nonfisik, termasuk besaran alokasi anggarannya.
Selain data anggaran, peserta juga diminta melengkapi sejumlah dokumen kelembagaan yang menjadi dasar pelaksanaan program kesehatan.
Dokumen tersebut meliputi Surat Keputusan (SK) Tim Pembina Posyandu Enam Standar Pelayanan Minimal (SPM), SK Pengurus Posyandu Enam SPM, serta SK Forum Desa Sehat yang berkaitan dengan sembilan tatanan Forum Kabupaten/Kota Sehat.
Kelengkapan dokumen tersebut diperlukan untuk memperjelas struktur kelembagaan, pembagian tanggung jawab, dan kesiapan desa dalam memenuhi indikator wilayah sehat.
Lis menjelaskan bahwa pemberdayaan kader menjadi sarana memperkuat hubungan kerja antara pemerintah desa, tenaga kesehatan, dan masyarakat dalam membangun pelayanan kesehatan berbasis komunitas.
Melalui kegiatan tersebut, kader memperoleh pemahaman mengenai pengelolaan kelembagaan, administrasi program, serta persyaratan yang perlu dipenuhi untuk mendukung pembentukan Kecamatan Sehat.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Dono Heri Susanto, S.Gz., M.Kes., menilai pemberdayaan kader penting untuk meningkatkan kemampuan pengurus forum dalam menjalankan program kesehatan desa.
“Melalui kegiatan ini Kader Kesehatan Desa Dono menjadi lebih memahami arah kebijakan pembentukan Forum Desa Sehat serta dokumen-dokumen yang perlu dipersiapkan Desa.
Harapannya, Desa Dono Kecamatan Sendang dapat semakin optimal dalam mendukung pelayanan kesehatan masyarakat dan mewujudkan lingkungan Desa yang sehat, aman, dan nyaman,” ujar Heri Susanto.
Penguatan kapasitas kader juga diarahkan untuk meningkatkan koordinasi lintas sektor dalam menjalankan program kesehatan secara berkelanjutan.
Melalui Forum Desa Sehat, pemerintah desa, tenaga kesehatan, dan masyarakat diharapkan dapat menyusun langkah bersama untuk meningkatkan kualitas lingkungan, memperkuat pelayanan kesehatan, serta membudayakan perilaku hidup bersih dan sehat.
Selain kesiapan administrasi, pelaksanaan program di lapangan menjadi faktor penting untuk memastikan keberadaan forum memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Keterlibatan kader kesehatan diharapkan mampu memperkuat pemantauan kondisi kesehatan lingkungan sekaligus mendorong partisipasi warga dalam berbagai kegiatan kesehatan desa.
Dengan penguatan kelembagaan dan koordinasi tersebut, Puskesmas Dono mendorong Desa Dono menjadi bagian dari upaya mewujudkan wilayah Kecamatan Sendang yang lebih sehat, aman, dan nyaman.
Reporter: Endi S
Redaktur: Aris Setyoadji








