HeadlineJatim

Ziarah Empat Makam Wali, Khofifah Akhiri Perjalanan Religi di Sunan Giri Pukul 00.12 WIB

12759
×

Ziarah Empat Makam Wali, Khofifah Akhiri Perjalanan Religi di Sunan Giri Pukul 00.12 WIB

Sebarkan artikel ini

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menuntaskan ziarah ke empat makam wali di Tuban, Lamongan, dan Gresik, Senin (2/11/2026) dini hari. Perjalanan yang dimulai dari Makam Sunan Bonang itu berakhir di Makam Sunan Giri pukul 00.12 WIB. Selain berdoa, Khofifah mendapat penjelasan pengurus makam mengenai sejumlah benda yang disebut berkaitan dengan peninggalan sejarah Sunan Giri.

Gresik, Analisapublik.id— Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menuntaskan rangkaian ziarah ke empat makam tokoh penyebar Islam di Jawa Timur. Perjalanan religi yang berlangsung sejak Minggu (1/11/2026) tersebut berakhir di kompleks Makam Sunan Giri, Desa Giri, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, Senin (2/11/2026) dini hari.

Berdasarkan dokumentasi yang diterima Redaksi ANALISA PUBLIK, Khofifah tiba di Makam Sunan Giri sekitar pukul 00.12 WIB setelah sebelumnya mengunjungi tiga makam wali di Kabupaten Tuban, Lamongan, dan Gresik.

Rangkaian perjalanan diawali dari Makam Sunan Bonang di Tuban, dilanjutkan ke Makam Sunan Drajat di Lamongan, kemudian Makam Syekh Maulana Malik Ibrahim di Gresik, sebelum berakhir di Makam Sunan Giri atau Raden Paku.

Baca Juga:  Incar Tahta Juara Umum, Gubernur Khofifah Lepas 45 ‘Petarung’ LKS SMK Jatim ke Kancah Nasional

Sekitar pukul 00.15 WIB, Khofifah bersama rombongan mengikuti doa di sisi pusara Sunan Giri. Mengenakan kerudung biru muda dan busana bermotif gelap, Khofifah tampak duduk bersama peziarah sembari mengangkat kedua tangan untuk memanjatkan doa.

Suasana berlangsung khidmat di dalam kompleks makam yang memiliki arsitektur tradisional dengan konstruksi kayu dan ornamen khas Jawa.

Pengurus Makam Perlihatkan Sajadah dan Keris

Momen menarik terjadi ketika pengurus Makam Sunan Giri memperlihatkan sejumlah benda kepada Khofifah dan rombongan.

Benda tersebut antara lain sajadah dan sebilah keris yang menurut penjelasan pengurus memiliki keterkaitan dengan sejarah Sunan Giri.

Meski demikian, keterangan tersebut merupakan informasi dari pengurus makam. Penetapan asal-usul, usia, dan keaslian benda memerlukan kajian sejarah serta penelitian lebih lanjut.

Pengenalan benda-benda tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan tradisi dan kisah sejarah yang berkembang di lingkungan Makam Sunan Giri.

Seusai berziarah, Khofifah juga mengabadikan kebersamaan melalui sesi foto bersama pengurus makam dan wartawan ANALISAPUBLIK.ID.

Sunan Giri dan Jejak Sejarah Giri Kedaton

Baca Juga:  Gresik Perbarui DTSEN Cegah Salah Sasaran

Sunan Giri atau Raden Paku, yang juga dikenal sebagai Ainul Yaqin, merupakan salah satu tokoh Wali Songo yang berpengaruh dalam penyebaran Islam di Nusantara.

Dalam sejarah Gresik, Sunan Giri berkaitan erat dengan perkembangan Giri Kedaton yang dikenal sebagai pusat pendidikan agama Islam sekaligus pemerintahan pada akhir abad ke-15.

Keberadaan Makam Sunan Giri dan Situs Giri Kedaton menjadi bagian penting dari warisan sejarah dan kebudayaan masyarakat Gresik.

Hingga kini, kawasan tersebut menjadi tujuan ziarah sekaligus tempat masyarakat mengenal sejarah perkembangan Islam di Jawa.

Menjaga Tradisi Ziarah dan Warisan Budaya

Rangkaian kunjungan Khofifah ke Tuban, Lamongan, dan Gresik memperlihatkan kedekatan sejarah ketiga wilayah tersebut dengan perjalanan dakwah para wali.

Selain memiliki nilai spiritual dan sejarah, keberadaan makam wali juga mendukung aktivitas wisata religi yang berkaitan dengan perdagangan, transportasi, serta usaha masyarakat di sekitar kawasan ziarah.

Pelestarian bangunan bersejarah, pengelolaan lingkungan makam, dan penyampaian informasi sejarah yang akurat menjadi bagian penting dalam menjaga warisan tersebut bagi generasi mendatang.

Baca Juga:  Hari Batik Nasional 2026, Khofifah Dorong Batik Jatim Naik Kelas

Berakhirnya perjalanan Khofifah di Makam Sunan Giri pada Senin dini hari menjadi penutup rangkaian ziarah empat makam wali, sekaligus momentum mengenang peran para ulama dalam perkembangan kehidupan keagamaan dan kebudayaan masyarakat Jawa Timur.

Reporter: Rijen Senario
Editor: H. Muhajir Wahyu Ramadhan

Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.