Pendidikan

Unitomo Surabaya Kembangkan KarirPedia Berbasis AI, Jembatani Kesenjangan Kompetensi Lulusan

9536
×

Unitomo Surabaya Kembangkan KarirPedia Berbasis AI, Jembatani Kesenjangan Kompetensi Lulusan

Sebarkan artikel ini

Unitomo Surabaya mengembangkan KarirPedia berbasis AI melalui riset BRIN–LPDP untuk memetakan kesiapan kerja lulusan dan kebutuhan industri.

Surabaya, Analisapublik.id – Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) mengembangkan platform KarirPedia berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk menjembatani kesenjangan kompetensi lulusan perguruan tinggi dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri melalui penelitian yang didukung pendanaan BRIN–LPDP serta pengujian prototipe pada 30–31 Oktober 2026.

Pengembangan KarirPedia merupakan bagian dari penelitian tahun kedua melalui skema Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju (RIIM) Kompetisi yang diselenggarakan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Sebagai bagian dari tahapan penelitian, tim Unitomo menyelenggarakan diskusi kelompok terpumpun atau Focus Group Discussion (FGD) I bertema “Validasi Teknis dan Pengujian Prototipe AI Career Development Center (AI-CDC)” di Ruang Soemantri, Gedung A, Universitas Dr. Soetomo.

Penelitian tersebut dipimpin Dr. Meithiana Indrasari dengan judul “Integrasi Manajemen Sumber Daya Manusia dan AI-Based Career Readiness Model dalam Optimalisasi Sebaran Lulusan Perguruan Tinggi pada Dunia Usaha dan Dunia Industri”.

KarirPedia dirancang bukan sekadar sebagai platform penyedia informasi lowongan pekerjaan, tetapi juga sebagai sistem pendukung pengembangan kesiapan karier mahasiswa dan lulusan.

Platform tersebut dikembangkan dengan sejumlah fitur, meliputi analisis daftar riwayat hidup atau curriculum vitae (CV), simulasi wawancara berbasis AI, pemetaan kesenjangan keterampilan, serta rekomendasi kecocokan pekerjaan atau job matching.

Melalui fitur tersebut, pengguna diharapkan dapat mengetahui kompetensi yang telah dimiliki sekaligus mengidentifikasi keterampilan yang masih perlu ditingkatkan sebelum memasuki dunia kerja.

Baca Juga:  Wamenaker Ingatkan Generasi Muda Tingkatkan Kompetensi Hadapi Perubahan Industri

“Orientasi penelitian kami adalah menghadirkan sistem yang dapat dimanfaatkan secara nyata. Lulusan perlu mengetahui kesiapan dirinya, perguruan tinggi membutuhkan informasi tentang kesenjangan kompetensi, sementara dunia industri memerlukan calon tenaga kerja dengan keterampilan yang relevan,” jelas Meithiana.

Menurutnya, KarirPedia diharapkan mampu menghubungkan kebutuhan lulusan, perguruan tinggi, dan dunia industri melalui pemanfaatan data kompetensi.

Hasil asesmen yang dikembangkan juga berpotensi menjadi bahan evaluasi bagi perguruan tinggi dalam memperkuat kurikulum, layanan pusat karier, pelatihan, serta kerja sama dengan dunia usaha dan industri.

Namun, pengembangan sistem berbasis AI tersebut memerlukan pengujian untuk memastikan hasil penilaian dapat dipertanggungjawabkan dan tidak menimbulkan diskriminasi terhadap pengguna.

Untuk memperkuat rancangan sistem, Unitomo menghadirkan lima narasumber dari bidang ekonomi desa, penjaminan mutu pendidikan tinggi, hukum, pengembangan talenta digital, dan komunikasi digital.

Manajer Koperasi Desa Merah Putih Blongsong, Kecamatan Baureno, Muhaimin Nur Rizqi, memberikan masukan mengenai kebutuhan kompetensi dan peluang kerja di sektor koperasi serta ekonomi lokal.

Perspektif tersebut menjadi perhatian agar KarirPedia tidak hanya memetakan kebutuhan perusahaan besar, tetapi juga mempertimbangkan peluang pekerjaan dan pengembangan usaha di tingkat desa.

Baca Juga:  SMAN 17 Surabaya Optimalkan Sistem E-Learning untuk Tingkatkan Kualitas Pembelajaran

Dari bidang penjaminan mutu, Ketua LPM STAI Miftahul Ula, Dr. Muh Barid Nizarudin Wajdi, menekankan bahwa kesiapan kerja lulusan tidak dapat ditentukan hanya berdasarkan indeks prestasi kumulatif (IPK) ataupun satu skor yang dihasilkan AI.

Menurutnya, indikator penilaian perlu mencakup kompetensi teknis, portofolio, pengalaman magang, proyek, kemampuan komunikasi, kerja sama, adaptasi, serta etika kerja.

Ia merekomendasikan agar hasil asesmen ditampilkan berdasarkan indikator yang jelas, dapat dijelaskan kepada pengguna, dan tetap melibatkan dosen maupun konselor karier.

Validasi menggunakan data penelusuran alumni atau tracer study juga dinilai penting untuk menguji kesesuaian hasil penilaian dengan kondisi dunia kerja.

Sementara itu, Perancang Peraturan Perundang-undangan Kementerian Hukum RI, Dr. Yovan Iristian, menyoroti aspek perlindungan data pribadi dan keamanan sistem.

Ia menekankan perlunya kepatuhan terhadap Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi, kejelasan dasar pemrosesan data, transparansi algoritma, serta mekanisme pertanggungjawaban terhadap rekomendasi yang dihasilkan AI.

Risiko bias dan diskriminasi dalam proses pencocokan pekerjaan juga menjadi perhatian karena sistem akan mengolah informasi yang berkaitan dengan kompetensi dan profil pengguna.

Yovan merekomendasikan penyusunan prosedur pengelolaan serta akses data, pengujian keamanan, evaluasi keadilan algoritma, dan audit berkala sebelum platform diterapkan secara lebih luas.

Dari sisi pengembangan keterampilan digital, Kepala Balai Pelatihan Sumber Daya Manusia Komunikasi dan Digital Surabaya, Bagus Winarko, memberikan perspektif mengenai kebutuhan kompetensi yang terus berubah seiring transformasi dunia kerja.

Baca Juga:  SMAN 17 Surabaya Optimalkan Sistem E-Learning untuk Tingkatkan Kualitas Pembelajaran

Masukan tersebut diarahkan agar hasil pemetaan kesenjangan keterampilan dalam KarirPedia dapat ditindaklanjuti melalui rekomendasi peningkatan kompetensi atau upskilling serta pelatihan ulang atau reskilling.

Adapun Koordinator Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Negeri Surabaya, Dr. Anam Miftakhul Huda, menyoroti pentingnya pengalaman pengguna dalam menentukan keberhasilan penerapan platform.

Ia menekankan perlunya tampilan yang mudah digunakan, informasi yang konsisten, rekomendasi yang dapat diverifikasi, serta keterbukaan mengenai penggunaan teknologi AI.

Dukungan manusia juga dinilai tetap diperlukan ketika mahasiswa atau lulusan membutuhkan penjelasan mengenai hasil asesmen dan rekomendasi karier.

Melalui berbagai masukan tersebut, tim peneliti Unitomo diharapkan dapat menyempurnakan prototipe KarirPedia sebelum penerapannya diperluas.

Pengujian berkelanjutan menjadi tahapan penting untuk memastikan ketepatan pemetaan kompetensi, keamanan pengelolaan data, dan kemudahan penggunaan sistem.

Unitomo menargetkan KarirPedia berkembang menjadi sarana pendukung kesiapan kerja lulusan sekaligus sumber informasi bagi perguruan tinggi dalam menyesuaikan pengembangan kompetensi dengan kebutuhan industri.

Keberhasilan inovasi tersebut nantinya bergantung pada hasil validasi teknologi, relevansi rekomendasi pekerjaan, perlindungan data pengguna, serta kemampuan sistem memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa, lulusan, dan dunia usaha.

Reporter: Rijen Senario
Redaktur: Aris Setyoadji

Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.