Proyek konstruksi senilai Rp51,75 miliar yang dilaksanakan PT Rosa Lisca menunjukkan perkembangan positif dengan realisasi fisik mencapai 97,11 persen hingga 25 Oktober 2026. Memasuki tahapan akhir pelaksanaan, koordinasi antara penyedia jasa, konsultan supervisi, dan pihak terkait menjadi bagian penting dalam mendukung penyelesaian pekerjaan sesuai jadwal dan standar mutu konstruksi.
Malang, Analisapublik.id — Pelaksanaan proyek konstruksi senilai Rp51.757.573.000 yang dipercayakan kepada PT Rosa Lisca terus menunjukkan perkembangan menuju tahap penyelesaian. Berdasarkan laporan perkembangan pekerjaan minggu ke-46, periode 19–25 Oktober 2026, realisasi fisik proyek telah mencapai 97,11 persen.
Capaian tersebut menggambarkan bahwa sebagian besar pekerjaan konstruksi telah terlaksana. Dengan progres yang semakin mendekati 100 persen, perhatian kini diarahkan pada optimalisasi penyelesaian pekerjaan, pengendalian jadwal, serta pemenuhan standar mutu sesuai ketentuan kontrak.
Proyek yang dilaksanakan melalui skema kontrak tahun jamak atau Multi Years Contract (MYC) ini memiliki masa pelaksanaan selama 344 hari kalender, terhitung sejak 8 Desember 2025 hingga 16 November 2026.
Mengacu pada laporan 25 Oktober 2026, pekerjaan telah memasuki hari ke-322, dengan sisa waktu pelaksanaan 22 hari kalender.
Pada periode tersebut, realisasi fisik mencapai 97,11 persen dari rencana 98,85 persen. Selisih sebesar 1,74 poin persentase menjadi bagian dari pemantauan perkembangan pekerjaan dan pengendalian jadwal secara berkala.
Secara keseluruhan, porsi pekerjaan fisik yang masih perlu diselesaikan tercatat sebesar 2,89 persen.
Dengan capaian tersebut, penyelesaian tahapan akhir menjadi fokus penting agar seluruh pekerjaan dapat memenuhi target pelaksanaan, baik dari aspek waktu, volume maupun kualitas konstruksi.
Kolaborasi dan Pengawasan Teknis Mendukung Penyelesaian Proyek
Keberhasilan pelaksanaan proyek konstruksi tidak terlepas dari peran berbagai pihak yang memiliki tanggung jawab sesuai kewenangan dan ketentuan kontraktual masing-masing.
Dalam pekerjaan ini, PT Rosa Lisca bertindak sebagai penyedia jasa konstruksi dengan dukungan pengawasan teknis dari konsultan supervisi yang tergabung dalam kerja sama operasi (KSO), yakni PT Adhistya Dharmastitya, PT Alles Klar Prima, dan CV Intishar Karya.
Keterlibatan konsultan supervisi merupakan bagian penting dalam sistem pengendalian pelaksanaan konstruksi, khususnya untuk memastikan kesesuaian pekerjaan dengan perencanaan, spesifikasi teknis, dan persyaratan mutu.
Memasuki tahap akhir, koordinasi antara penyedia jasa, konsultan supervisi, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), serta instansi terkait menjadi unsur strategis dalam mendukung kelancaran penyelesaian pekerjaan.
Pengawasan terhadap kualitas material, ketepatan volume, kesesuaian hasil pekerjaan, dan kelengkapan administrasi merupakan bagian dari proses yang diperlukan sebelum pekerjaan memasuki tahapan serah terima.
Sinergi yang baik antarpihak diharapkan mampu mendukung penyelesaian pekerjaan secara tertib, terukur, dan sesuai ketentuan yang berlaku.
Administrasi Kontrak dan Pengendalian Pelaksanaan
Berdasarkan dokumen administrasi, pelaksanaan pekerjaan mengacu pada kontrak Nomor 525/SPK/Bpbpk13.6.1/2025 tertanggal 8 Desember 2025.
Dalam perjalanan pelaksanaannya, kontrak tersebut tercatat memiliki dua dokumen adendum.
Adendum pertama diterbitkan pada 4 Juni 2026 melalui Nomor PB0201/B/Bpbpk13.6.1/2026/1205.
Selanjutnya, adendum kedua diterbitkan pada 9 Oktober 2026 dengan Nomor PB0201/T/Bpbpk13.6.1/2026/2655.
Nilai kontrak setelah adendum tercatat sebesar Rp51.757.573.000.
Dokumen adendum merupakan bagian dari administrasi kontrak yang menjadi acuan pelaksanaan pekerjaan sesuai perubahan yang disepakati para pihak.
Dalam konteks pengelolaan konstruksi, tertib administrasi, pengendalian jadwal, dan pengawasan teknis menjadi unsur penting untuk menjaga kesinambungan pelaksanaan hingga pekerjaan dinyatakan selesai.
Penyelesaian Berkualitas Menjadi Harapan Bersama
Memasuki tahapan akhir kontrak, capaian progres fisik 97,11 persen menjadi perkembangan penting dalam perjalanan pelaksanaan proyek yang telah berlangsung sejak Desember 2025.
Tahap berikutnya diarahkan pada penyelesaian sisa pekerjaan sebesar 2,89 persen, disertai pemeriksaan hasil pekerjaan untuk memastikan pemenuhan persyaratan teknis dan administrasi.
Dengan nilai pekerjaan mencapai Rp51,75 miliar, pengendalian kualitas menjadi aspek yang tidak terpisahkan dari upaya pencapaian target penyelesaian.
Pelaksanaan konstruksi yang baik tidak hanya tercermin melalui persentase kemajuan fisik, tetapi juga dari kesesuaian hasil pekerjaan terhadap dokumen kontrak, spesifikasi teknis, dan standar mutu yang dipersyaratkan.
Oleh karena itu, koordinasi yang konstruktif antara instansi pelaksana, penyedia jasa, serta konsultan supervisi diharapkan terus mendukung kelancaran tahapan akhir proyek.
Melalui pengendalian pekerjaan yang terukur dan pelaksanaan tanggung jawab sesuai peran masing-masing, proyek ini diharapkan dapat diselesaikan dengan hasil yang optimal serta memberikan manfaat sesuai tujuan pembangunannya.
ANALISA PUBLIK memandang pentingnya sinergi antara pemerintah, penyedia jasa konstruksi, konsultan pengawas, dan media dalam menghadirkan informasi pembangunan yang akurat, berimbang, serta memberikan nilai edukasi kepada masyarakat.
Publikasi perkembangan pembangunan juga menjadi bagian dari keterbukaan informasi yang diharapkan mampu memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggaraan program pembangunan.
Proyek konstruksi senilai Rp51,75 miliar yang dilaksanakan PT Rosa Lisca menunjukkan perkembangan positif dengan realisasi fisik mencapai 97,11 persen hingga 25 Oktober 2026. Memasuki tahapan akhir pelaksanaan, koordinasi antara penyedia jasa, konsultan supervisi, dan pihak terkait menjadi bagian penting dalam mendukung penyelesaian pekerjaan sesuai jadwal dan standar mutu konstruksi.
Reporter: Rijen Senario
Editor: H. Muhajir Wahyu Ramadhan

