CATATAN ABAH TINDIK

Jatim Berusia 81 Tahun, Mengapa 3,71 Juta Rakyatnya Masih Miskin?

906
×

Jatim Berusia 81 Tahun, Mengapa 3,71 Juta Rakyatnya Masih Miskin?

Sebarkan artikel ini

CATATAN ABAHTINDIK

Oleh: H. Muhajir Wahyu Ramadhan

Edisi Selasa, 13 Oktober 2026

Jawa Timur baru saja merayakan hari jadinya yang ke-81. Berbagai keberhasilan pembangunan dipaparkan. Ekonomi tumbuh, infrastruktur berkembang, dan angka kemiskinan menurun.

Semua itu patut diapresiasi. Namun, di balik keberhasilan tersebut, masih ada kenyataan yang tidak boleh diabaikan: 3,71 juta penduduk Jawa Timur masih hidup dalam kemiskinan.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis 5 Agustus 2026, jumlah penduduk miskin Jawa Timur pada Maret 2026 mencapai 3,712 juta orang atau 9,06 persen. Angka ini berkurang 92.100 orang dibandingkan September 2025.

Penurunan tersebut merupakan kemajuan. Tetapi, apakah berkurangnya angka kemiskinan otomatis berarti kesejahteraan masyarakat sudah merata?

BPS mencatat garis kemiskinan sebesar Rp609.732 per kapita per bulan. Untuk rumah tangga miskin dengan rata-rata 4,14 anggota, batasnya sekitar Rp2,52 juta per bulan.

Pertanyaannya, apakah keluarga yang pengeluarannya sedikit melampaui angka tersebut sudah dapat dikatakan sejahtera?

Belum tentu!

Kenaikan harga kebutuhan pokok, kehilangan pekerjaan, hingga biaya kesehatan dapat membuat keluarga rentan kembali menghadapi kemiskinan.

Sementara itu, ekonomi Jawa Timur pada triwulan II 2026 tumbuh 5,72 persen secara tahunan.

Pertumbuhan tersebut menggembirakan. Namun, seberapa jauh manfaatnya dirasakan petani, buruh, nelayan, pedagang kecil, dan masyarakat berpenghasilan rendah?

Jangan sampai pertumbuhan ekonomi terlihat mengesankan dalam laporan statistik, tetapi belum cukup kuat meningkatkan taraf hidup masyarakat.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Nawa Bhakti Satya memiliki berbagai agenda pembangunan. Keberhasilannya harus dinilai bukan hanya berdasarkan realisasi program, melainkan juga dampaknya terhadap kehidupan rakyat.

Pembangunan semestinya menciptakan lapangan kerja, memperkuat ekonomi desa, meningkatkan pendapatan, dan memperluas kesempatan bagi masyarakat kecil.

Usia 81 tahun bukan sekadar momentum merayakan keberhasilan, melainkan kesempatan mengevaluasi pekerjaan besar yang belum terselesaikan.

Penurunan kemiskinan patut dihargai. Namun, keberadaan 3,71 juta penduduk miskin merupakan pengingat bahwa perjuangan mewujudkan kesejahteraan masih panjang.

Jangan sampai pemerintah terlalu sibuk membanggakan angka pertumbuhan, sementara sebagian rakyat masih berjuang memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Sebab, keberhasilan pembangunan bukan hanya tentang seberapa tinggi ekonomi tumbuh atau seberapa megah infrastruktur berdiri, melainkan seberapa banyak rakyat yang mampu keluar dari kemiskinan dan hidup lebih layak.

Selamat Hari Jadi ke-81 Jawa Timur.

Jatim Unggul, Maju Berkelanjutan.

Semoga slogan itu tidak berhenti sebagai kebanggaan dalam pidato, tetapi benar-benar menjadi kenyataan yang dirasakan seluruh masyarakat Jawa Timur

Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.