NGANJUK, analisapublik.id – Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Provinsi Jawa Timur melalui UPT Pengelolaan Jalan dan Jembatan Kediri bersama Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Jawa Timur 3 menyiapkan pelebaran ruas Batas Kabupaten Bojonegoro, Pajeng–Nganjuk, Guyangan, melalui program Inpres Jalan Daerah 2026.
Persiapan diawali dengan rapat koordinasi yang membahas sejumlah kebutuhan sebelum pekerjaan dilaksanakan. Pembahasan mencakup kesiapan lahan, penyesuaian utilitas, serta koordinasi teknis antarinstansi agar pekerjaan dapat berjalan sesuai tahapan yang direncanakan.
Setelah rapat, tim DPU Bina Marga Jawa Timur melalui UPT PJJ Kediri bersama BBPJN Jawa Timur melanjutkan kegiatan dengan survei lapangan pada ruas Bts. Kab. Bojonegoro (Pajeng)–Nganjuk (Guyangan).
Survei dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi eksisting jalan sekaligus mengidentifikasi berbagai kebutuhan yang harus dipersiapkan dalam rencana pelebaran melalui program IJD 2026.
Ruas yang disurvei memiliki panjang efektif sekitar 2,6 kilometer dan berada di Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk. Pemeriksaan lapangan menjadi bagian penting untuk memastikan kondisi aktual sesuai dengan perencanaan yang telah dibahas dalam rapat koordinasi.
Selain meninjau kondisi badan jalan, tim juga memeriksa aspek pendukung pekerjaan, termasuk kesiapan lahan serta potensi penyesuaian utilitas yang berada di sekitar lokasi rencana pelebaran.
Koordinasi lintas instansi diperlukan agar persoalan teknis maupun kondisi lapangan dapat diketahui sejak awal sebelum pelaksanaan pekerjaan dimulai. Dengan demikian, kebutuhan penanganan dapat disiapkan secara lebih terarah sesuai kondisi ruas.
Program IJD 2026 pada ruas tersebut diarahkan untuk mendukung peningkatan kapasitas dan kondisi jalan melalui pekerjaan pelebaran. Persiapan teknis menjadi tahapan penting karena pekerjaan melibatkan penyesuaian ruang jalan dan utilitas di lapangan.
DPU Bina Marga Provinsi Jawa Timur bersama UPT PJJ Kediri dan BBPJN Jawa Timur menargetkan seluruh persiapan dapat mendukung pelaksanaan pekerjaan tepat waktu, sesuai spesifikasi, serta memenuhi standar mutu yang telah ditetapkan. Survei bersama juga menjadi dasar untuk memastikan setiap kebutuhan teknis di lapangan dapat ditindaklanjuti sebelum pekerjaan konstruksi dimulai. Hasil survei kemudian menjadi bahan tindak lanjut bersama.












