Kediri – analisapublik.id | Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Provinsi Jawa Timur melalui Bidang Pemeliharaan bersama Unit Pelaksana Teknis Pengelolaan Jalan dan Jembatan (UPT PJJ) Kediri melaksanakan kegiatan Pengawasan Melekat atau Waskat terhadap pekerjaan pemeliharaan jalan dan jembatan.
Kegiatan yang digelar secara berjenjang tersebut merupakan rangkaian pemantauan dan pengendalian teknis untuk memastikan setiap tahapan pekerjaan berjalan sesuai spesifikasi, ketentuan kontrak, jadwal, anggaran, serta standar keselamatan kerja.
Pelaksanaan Waskat dilakukan pada minggu pertama Juli 2026 sebagai tindak lanjut program pemeliharaan rutin infrastruktur jalan dan jembatan di wilayah kerja UPT PJJ Kediri.
Kepala Seksi Pemeliharaan Jalan dan Jembatan UPT PJJ Kediri, Ir. Marsono, S.T., M.M., mengatakan Waskat tidak hanya berfungsi sebagai pengawasan administratif. Kegiatan tersebut juga menjadi instrumen untuk menjaga kualitas pekerjaan, ketepatan waktu pelaksanaan, dan efisiensi penggunaan biaya.
“Harapannya, selain sebagai kontrol terhadap pelaksanaan pekerjaan, Waskat juga menjadi sarana pembelajaran, terutama bagi pengawas lapangan, agar setiap pekerjaan yang telah dilaksanakan sesuai standar dan dapat meminimalkan risiko fatal,” kata Marsono, Senin (13/7/2026).
Menurut dia, pengawasan melekat juga diarahkan untuk meningkatkan kemampuan teknis dan kompetensi para pengawas lapangan. Dengan demikian, pengawas diharapkan lebih siap mengambil keputusan ketika menemukan persoalan teknis selama pekerjaan berlangsung.
Inspeksi Lapangan hingga Pengujian Material
Pelaksanaan Waskat meliputi sejumlah kegiatan utama, salah satunya inspeksi lapangan secara berkala untuk menilai kesesuaian metode pelaksanaan dengan dokumen perencanaan dan ketentuan kontrak.
Petugas juga melakukan verifikasi material serta pengujian mutu terhadap bahan yang digunakan dalam pekerjaan. Pemeriksaan tersebut mencakup pengambilan sampel bahan lapis aspal, beton, hingga baja struktur jembatan.
Selain kualitas material, pengawasan dilakukan terhadap jadwal dan progres pekerjaan. Langkah ini diperlukan untuk mendeteksi potensi keterlambatan sejak dini sehingga tindakan korektif dapat segera dilakukan.
Penerapan standar keselamatan kerja dan manajemen risiko di area proyek turut menjadi bagian penting dalam pengawasan. DPU Bina Marga Jawa Timur juga mendorong koordinasi antara kontraktor, konsultan pengawas, serta pihak terkait untuk menyelesaikan setiap temuan teknis di lapangan.
Mendeteksi Potensi Kegagalan Pekerjaan
Marsono menjelaskan, salah satu fokus Waskat adalah mengidentifikasi faktor yang berpotensi menyebabkan kegagalan pekerjaan. Persoalan tersebut dapat berasal dari kualitas material yang tidak memenuhi spesifikasi, penerapan metode kerja yang kurang tepat, maupun ketidaksesuaian antara perencanaan dan kondisi lapangan.
Melalui deteksi dini dan rekomendasi teknis yang cepat, risiko kegagalan pekerjaan diharapkan dapat ditekan. Pengawasan yang tepat juga dinilai mampu memperpanjang umur layanan jalan dan jembatan.
Hasil pengawasan selanjutnya disusun dalam laporan berkala. Laporan tersebut menjadi bahan evaluasi bagi jajaran manajemen DPU Bina Marga Jawa Timur dan pemangku kebijakan daerah dalam menentukan langkah perbaikan berikutnya.
Temuan-temuan teknis yang berulang di lapangan juga digunakan sebagai bahan pembelajaran untuk memperbaiki prosedur kerja dan menyusun spesifikasi teknis yang lebih sesuai dengan kebutuhan proyek selanjutnya.
Tingkatkan Kapasitas Pengawas Lapangan
Dalam pelaksanaannya, program Waskat turut disertai penguatan kapasitas pengawas lapangan melalui pelatihan teknis, pembekalan standar pengujian mutu, serta penerapan daftar pemeriksaan atau checklist pengawasan terpadu.
Pendekatan tersebut diharapkan dapat membentuk pengawas yang memiliki kemampuan teknis memadai, sigap mengambil keputusan, dan konsisten menjaga kualitas pekerjaan sesuai standar.
Pelaksanaan Waskat secara berkelanjutan diharapkan berdampak langsung terhadap keandalan jaringan jalan dan jembatan di wilayah Kediri dan sekitarnya. Infrastruktur yang terjaga mutunya akan meningkatkan keselamatan pengguna jalan, mengurangi biaya perbaikan jangka panjang, serta mendukung kelancaran mobilitas masyarakat dan kegiatan ekonomi daerah.
“Selain menjadi kontrol terhadap pelaksanaan pekerjaan, Waskat juga berfungsi sebagai ruang belajar bagi pengawas lapangan agar setiap pekerjaan sesuai standar dan risiko fatal dapat diminimalkan,” tutup Marsono.
Editor: Respati
Sumber: UPT PJJ Kediri – Dinas PU Bina Marga Provinsi Jawa Timur












