Jatim

Polres Mojokerto Sulap Pos Kenanten Jadi Stasiun Terpadu Ramah Ojol, Dilengkapi Fasilitas IGD

2422
×

Polres Mojokerto Sulap Pos Kenanten Jadi Stasiun Terpadu Ramah Ojol, Dilengkapi Fasilitas IGD

Sebarkan artikel ini

MOJOKERTO, ANALISA PUBLIK – Polres Mojokerto Polda Jawa Timur melakukan inovasi pelayanan publik dengan mentransformasi Pos Polisi Kenanten menjadi stasiun terpadu ramah pengemudi ojek online (ojol) yang dilengkapi fasilitas kesehatan darurat untuk mendukung penanganan awal korban kecelakaan maupun kondisi kegawatdaruratan.

Pembangunan fasilitas tersebut saat ini telah mencapai sekitar 70 persen. Pos terpadu itu dirancang tidak hanya sebagai pusat pelayanan kepolisian, tetapi juga menjadi tempat singgah yang layak bagi pengemudi ojol sekaligus mendukung keselamatan pengguna jalan di kawasan Simpang Lima Kenanten.

Kapolres Mojokerto AKBP Andi Yudha Pranata mengatakan, pengembangan Pos Kenanten merupakan respons terhadap aspirasi pengemudi ojol maupun transportasi konvensional yang membutuhkan tempat mangkal dan beristirahat tanpa mengganggu kelancaran arus lalu lintas.

“Kami fokus mengembangkan pos lalu lintas ini menjadi stasiun terpadu yang memikirkan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan,” ujar AKBP Andi, Senin (31/8/2026).

Nantinya, Kenanten Police Station tidak hanya difungsikan sebagai pos pelayanan kepolisian. Sejumlah fasilitas pendukung juga disiapkan bagi pengemudi ojol, mulai dari ruang istirahat, toilet hingga akses WiFi gratis.

Inovasi tersebut mendapat respons positif dari komunitas pengemudi ojol, di antaranya Margono dari komunitas Shopee dan Dony dari Grab Mojokerto Community.

Selain menyediakan tempat singgah, Polres Mojokerto turut memperkuat aspek penanganan kegawatdaruratan. Kapolres menggagas pelatihan Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD), terutama untuk menghadapi kondisi darurat yang berkaitan dengan gangguan jantung dan pernapasan.

Pelatihan tersebut tidak hanya diberikan kepada personel kepolisian, tetapi juga direncanakan melibatkan para pengemudi ojol sehingga mereka memiliki kemampuan memberikan pertolongan pertama saat menghadapi kondisi darurat di jalan.

Sejumlah peralatan medis juga akan ditempatkan di pos terpadu agar dapat dimanfaatkan untuk memberikan pertolongan awal sebelum korban memperoleh penanganan medis lanjutan.

Keberadaan fasilitas kesehatan darurat dinilai penting mengingat Simpang Lima Kenanten merupakan kawasan dengan aktivitas kendaraan berat cukup tinggi. Sekitar 300 truk disebut melintas di kawasan tersebut setiap hari.

Untuk meningkatkan keselamatan sekaligus memperlancar arus kendaraan, Polres Mojokerto bersama instansi terkait juga menyiapkan sejumlah langkah rekayasa lalu lintas.

Langkah tersebut meliputi evaluasi rambu-rambu lalu lintas, penataan kembali drop zone, hingga kajian jangka panjang mengenai kemungkinan pembangunan flyover untuk mengurai kepadatan kendaraan.

Kasi Pengendalian UPT P3 LLAJ Mojokerto Dishub Jatim Akhmad Yazid mengatakan, rekomendasi yang disampaikan Polres Mojokerto akan diteruskan untuk dibahas di tingkat Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Evaluasi dinilai diperlukan karena kondisi geografis jalan di sisi utara kawasan Kenanten memiliki sejumlah keterbatasan, terutama ruas jalan yang relatif sempit dengan kontur menurun.

Dengan konsep tersebut, Kenanten Police Station diharapkan berkembang menjadi pusat pelayanan terpadu yang memadukan fungsi keamanan, keselamatan lalu lintas, pertolongan awal kegawatdaruratan serta fasilitas singgah bagi komunitas pengemudi.

Reporter: Bhayu Indarto
Editor: Wetly H. Ali

Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.