Nasional

STIK Mengabdi Perkuat Deteksi Dini Gangguan Kamtibmas Berbasis Komunitas Digital

1561
×

STIK Mengabdi Perkuat Deteksi Dini Gangguan Kamtibmas Berbasis Komunitas Digital

Sebarkan artikel ini

PALEMBANG, ANALISA PUBLIK – Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Lemdiklat Polri memperkuat upaya pencegahan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) melalui program pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Penerapan Sistem Deteksi Dini Berbasis Komunitas Digital dan Edukasi untuk Memitigasi Gangguan Kamtibmas.”

Program tersebut dilaksanakan pada 25–28 Agustus 2026 di Palembang dan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan. Kegiatan difokuskan pada peningkatan kapasitas masyarakat dan para pemangku kepentingan dalam mengenali serta menghadapi potensi gangguan kamtibmas, terutama dalam kondisi kedaruratan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Ketua STIK Lemdiklat Polri Irjen Pol Dr. Eko Rudi Sudarto, S.I.K., M.Si., mengatakan, STIK Mengabdi merupakan bagian dari penerapan ilmu kepolisian agar memberikan manfaat langsung dalam menjawab berbagai persoalan di tengah masyarakat.

“STIK tidak hanya berperan dalam mengembangkan ilmu kepolisian, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk menerapkan pengetahuan tersebut dalam menjawab persoalan nyata di masyarakat. Salah satunya melalui penguatan deteksi dini dan kemampuan masyarakat dalam memitigasi potensi gangguan kamtibmas,” ujar Eko dalam keterangannya, Minggu (30/8/2026).

Menurut Eko, Sumatera Selatan dipilih sebagai lokasi kegiatan karena memiliki sejumlah kawasan hutan dan lahan yang rentan mengalami kebakaran.

Karhutla, lanjut dia, bukan sekadar persoalan lingkungan. Dampaknya dapat meluas terhadap keselamatan dan kesehatan masyarakat, aktivitas ekonomi, mobilitas warga, hingga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.

Melalui program tersebut, STIK mendorong penerapan sistem keamanan lingkungan berbasis komunitas digital untuk mempercepat komunikasi, pelaporan awal, pertukaran informasi, serta koordinasi ketika muncul potensi gangguan keamanan maupun kondisi kedaruratan.

“Teknologi digital menjadi instrumen untuk mempercepat penyampaian informasi dan memperkuat koordinasi. Namun, yang tidak kalah penting adalah keterlibatan masyarakat. Masyarakat merupakan pihak yang paling dekat dengan lingkungan dan dapat menjadi bagian penting dalam sistem deteksi dini,” jelasnya.

Eko menegaskan, pencegahan gangguan kamtibmas maupun dampak yang ditimbulkan karhutla membutuhkan keterlibatan berbagai unsur.

Karena itu, edukasi dalam program STIK Mengabdi tidak hanya ditujukan kepada masyarakat, tetapi juga melibatkan kepolisian, pemerintah daerah, perguruan tinggi, hingga lingkungan sekolah.

“Pencegahan tidak bisa hanya mengandalkan respons ketika kejadian sudah berlangsung. Kita perlu membangun kesadaran risiko, memperkuat jejaring komunikasi, dan meningkatkan kemampuan masyarakat untuk mengenali serta melaporkan potensi gangguan sejak dini,” tuturnya.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat tersebut dilaksanakan oleh tim dosen STIK yang terdiri atas Pembina Utama Madya Prof. Lindrianasari, S.E., M.Si., Akt., Guru Besar STIK; KBP Dr. Yudhi Hery Setiawan, S.I.K., M.Si., Dosen Utama STIK; KBP Erick Hermawan, S.I.K., M.H., Analis Kebijakan Madya STIK; serta Pembina Rahmadsyah Lubis, S.Pd., M.Pd.

Keterlibatan para akademisi tersebut menjadi bagian dari upaya STIK menerapkan ilmu kepolisian melalui edukasi, peningkatan kapasitas, dan pemberdayaan masyarakat untuk mendukung terbentuknya sistem deteksi dini serta pencegahan gangguan kamtibmas yang lebih efektif.

Eko berharap pola pengabdian tersebut dapat dikembangkan menjadi kolaborasi berkelanjutan antara STIK, Polri, pemerintah daerah, institusi pendidikan, dan masyarakat.

Kolaborasi tersebut diharapkan mampu melahirkan model deteksi dini berbasis komunitas yang tidak hanya diterapkan di Sumatera Selatan, tetapi juga dapat dikembangkan di berbagai daerah di Indonesia.

“Keamanan adalah tanggung jawab bersama. Melalui kolaborasi dan pemanfaatan teknologi yang tepat, kita ingin membangun masyarakat yang semakin sadar risiko, responsif terhadap potensi gangguan, dan mampu bersama-sama menjaga kamtibmas,” pungkasnya.

Reporter: Bhayu Indarto
Editor: H. Muhajir Wahyu Ramadhan

Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.