Teknologi & Gadget

Sony Jadikan PSSR 2.0 Default di PS5 Pro, Game Kompatibel Dapat Peningkatan Visual

1741
×

Sony Jadikan PSSR 2.0 Default di PS5 Pro, Game Kompatibel Dapat Peningkatan Visual

Sebarkan artikel ini

SURABAYA, Analisapublik.id | Sony kembali memperkuat kemampuan PlayStation 5 Pro melalui teknologi upscaling PlayStation Spectral Super Resolution (PSSR). Dalam pembaruan sistem versi beta terbaru, fitur peningkatan kualitas PSSR kini dilaporkan aktif secara default.

Perubahan itu membuat pengguna tidak perlu lagi menyalakan opsi “Enhance PSSR Image Quality” secara manual. Game yang sebelumnya sudah mendukung PSSR di PS5 Pro dapat langsung memanfaatkan model peningkatan gambar terbaru ketika fitur tersebut tersedia.

Meski demikian, perubahan ini bukan berarti seluruh game PS5 diwajibkan menggunakan PSSR 2.0. Teknologi tersebut tetap bergantung pada dukungan masing-masing game dan ditujukan terutama untuk judul yang telah dioptimalkan bagi PS5 Pro.

PSSR merupakan teknologi rekonstruksi gambar yang dikembangkan Sony untuk meningkatkan kualitas visual tanpa membebani perangkat keras seperti saat game dirender langsung pada resolusi native tinggi.

Sistem tersebut bekerja dengan membaca dan merekonstruksi gambar beresolusi lebih rendah agar dapat ditampilkan dengan detail serta ketajaman yang lebih baik. Cara kerja ini memungkinkan pengembang mempertahankan performa game sekaligus mengejar kualitas visual yang lebih tinggi.

Sony sebelumnya menghadirkan peningkatan PSSR melalui pembaruan sistem PS5 Pro pada Maret 2026. Saat itu, pengguna masih harus mengaktifkannya melalui menu Settings > Screen and Video > Video Output > Enhance PSSR Image Quality.

Pada pembaruan beta terbaru, pengaturan tersebut dibuat aktif sejak awal. Dengan demikian, game yang kompatibel dapat menggunakan peningkatan PSSR tanpa perlu pengaturan tambahan dari pemain.

Generasi terbaru teknologi ini banyak disebut sebagai PSSR 2.0 atau PSSR2 oleh komunitas dan media teknologi. Sony sendiri lebih sering menyebutnya sebagai PSSR yang telah ditingkatkan.

Pengembangannya berkaitan dengan Project Amethyst, proyek kolaborasi antara Sony dan AMD untuk mengembangkan teknologi grafis berbasis machine learning. Pendekatan serupa juga digunakan AMD dalam pengembangan FidelityFX Super Resolution atau FSR generasi terbaru.

Namun, implementasi PSSR dibuat khusus untuk karakteristik perangkat keras PS5 Pro.

Peningkatan teknologi ini terutama diarahkan untuk menghasilkan gambar yang lebih stabil saat bergerak, mempertajam detail objek, serta mengurangi gangguan visual seperti shimmering atau efek berkedip yang kerap muncul pada teknik upscaling.

Sejumlah game telah mulai memanfaatkan generasi PSSR terbaru. Resident Evil Requiem menjadi salah satu judul yang disebut menggunakan teknologi tersebut, disusul sejumlah game lain seperti Silent Hill 2, Silent Hill f, Final Fantasy VII Rebirth, Alan Wake 2, dan Control.

Untuk game yang telah memakai PSSR versi sebelumnya, peningkatan dapat diterapkan melalui sistem PS5 Pro selama judul tersebut kompatibel. Hasilnya tetap dapat berbeda karena setiap game memiliki metode rendering dan optimasi grafis masing-masing.

Langkah Sony mengaktifkan peningkatan PSSR secara default menunjukkan teknologi rekonstruksi gambar semakin mendapat peran penting di PS5 Pro.

Bagi pemain, perubahan ini berpotensi memberikan gambar yang lebih tajam dan stabil tanpa harus mengorbankan frame rate secara signifikan. Sementara bagi pengembang, PSSR memberi ruang lebih besar untuk menyeimbangkan kualitas grafis dan performa permainan.

Reporter : Muchamad Rizqy
Editor : Respati

Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.