PendidikanPeristiwa

Batik Wistara Berdayakan Perajin Disabilitas, Teknologi Cap Resin 3D Printing Tingkatkan Produksi

2
×

Batik Wistara Berdayakan Perajin Disabilitas, Teknologi Cap Resin 3D Printing Tingkatkan Produksi

Sebarkan artikel ini

Surabaya, analisapublik.id | Keterbatasan fisik tidak menjadi penghalang bagi para perajin Batik Wistara untuk terus berkarya dan mengembangkan usaha. UMKM yang beroperasi di wilayah Surabaya Timur itu membuktikan bahwa lingkungan kerja inklusif dapat berjalan produktif apabila dibangun dengan kepercayaan, pendampingan, dan teknologi yang tepat guna.

Dari total 12 pegawai Batik Wistara, sekitar separuhnya merupakan penyandang disabilitas dengan beragam kondisi fisik. Meski demikian, kegiatan produksi tetap berjalan lancar, mulai dari menjahit, membuat motif, hingga menyelesaikan produk batik siap dipasarkan.

Pemilik Batik Wistara, Sumarni, mengatakan usahanya pada awalnya hanya melibatkan tenaga kerja non-disabilitas. Perubahan terjadi ketika ia bertemu dua penyandang tunadaksa dan tunarungu yang telah berupaya mencari pekerjaan selama kurang lebih dua pekan.

“Saya bertanya, mereka bisa mengerjakan apa. Ternyata keduanya memiliki keterampilan menjahit. Setelah itu kami membuat janji untuk bekerja bersama, dan sampai sekarang mereka masih menjadi bagian dari Batik Wistara,” kata Sumarni.

Keputusan memberikan kesempatan kerja kepada penyandang disabilitas kemudian menjadi bagian penting dalam perjalanan Batik Wistara. Selama 16 tahun menjalankan usaha, Sumarni mengaku tidak mengalami kendala berarti dalam membangun kolaborasi bersama para pekerja disabilitas.

Baca Juga:  Inovasi Seni Nusantara, Dosen UHW Perbanas Hadirkan Aplikasi Interaktif Pembelajaran Tari Remo Gagrak Anyar

Praktik usaha inklusif tersebut menarik perhatian tim dosen Universitas Hayam Wuruk Perbanas. Melalui program Pengabdian kepada Masyarakat, tim kampus mengembangkan cap batik berbahan resin menggunakan teknologi cetak tiga dimensi atau 3D printing.

Cap batik tersebut dirancang lebih ringan, mudah dioperasikan, dan disesuaikan dengan kebutuhan perajin yang memiliki keterbatasan fungsi fisik. Inovasi itu diharapkan dapat mempercepat proses produksi sekaligus mengurangi beban kerja perajin.

Dosen Desain Komunikasi Visual UHW Perbanas, Nanang Setiyoko, mengatakan program tersebut tidak sekadar berorientasi pada peningkatan jumlah produksi. Pendampingan juga diarahkan untuk memperkuat keterampilan, kemandirian, serta rasa percaya diri para pekerja disabilitas.

“Kami ingin teknologi benar-benar menjadi sarana pemberdayaan. Bukan hanya menyerahkan alat, tetapi memastikan perajin mampu mengoperasikannya secara mandiri agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang,” ujar Nanang, Kamis (6/8/2026).

Program yang dimulai sejak Juli 2026 tersebut diawali dengan pemetaan kebutuhan mitra. Tim kemudian melakukan perancangan solusi, pelatihan penggunaan alat, praktik langsung, hingga pendampingan secara berkelanjutan.

Selain pelatihan penggunaan cap batik resin hasil 3D printing, para perajin juga memperoleh pembekalan mengenai pemasaran produk UMKM dan pembuatan barang cendera mata dari sisa bahan produksi batik.

Baca Juga:  Pelajar SMKN 5 Palembang Tekuni Cybersecurity, Raih Berbagai Sertifikasi dan Aktif Laporkan Dugaan Kerentanan Sistem Digital

Nanang menjelaskan, alat tersebut dikembangkan dengan pendekatan kerja yang lebih visual sehingga dapat dipelajari tanpa terlalu bergantung pada komunikasi verbal yang kompleks. Metode ini dinilai sesuai bagi perajin tunarungu maupun pekerja dengan hambatan fisik lainnya.

Menurut dia, keberhasilan program tidak hanya diukur dari bertambahnya produksi. Dampak yang lebih penting adalah meningkatnya keterampilan, kepercayaan diri, kemandirian, serta terbukanya kesempatan kerja yang lebih luas bagi penyandang disabilitas.

Kegiatan tersebut didukung Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat Tahun 2026. Program ini sekaligus menjadi bagian dari upaya UHW Perbanas menghadirkan solusi atas persoalan sosial dan ekonomi melalui penerapan ilmu pengetahuan serta teknologi di tengah masyarakat./AP

Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.