SURABAYA, analisapublik.id | Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat yang terdampak kekeringan di Desa Pandean, Kecamatan Dongko, Kabupaten Trenggalek, Kamis (30/7/2026).
Sebanyak 4.000 liter air bersih disalurkan kepada 96 kepala keluarga atau 277 jiwa yang tinggal di RT 01, RT 02, dan RT 03 RW 01. Bantuan tersebut diberikan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang mengalami keterbatasan pasokan air selama musim kemarau.
Penyaluran air bersih ini menjadi bagian dari upaya BBWS Brantas dalam mendukung ketahanan air sekaligus menangani dampak kekeringan di wilayah kerjanya. Bantuan diharapkan dapat meringankan beban warga, terutama untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti memasak, minum, dan menjaga kebersihan lingkungan.
Kegiatan tersebut juga mencerminkan komitmen Kementerian Pekerjaan Umum melalui BBWS Brantas dalam memastikan masyarakat tetap memperoleh akses terhadap air bersih. Koordinasi dengan pemerintah daerah terus diperkuat agar penanganan wilayah terdampak kekeringan dapat dilakukan secara cepat, tepat sasaran, dan sesuai kebutuhan masyarakat.
Memasuki musim kemarau, masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap menurunnya ketersediaan air di lingkungan masing-masing. Penggunaan air secara bijak perlu diterapkan agar persediaan yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal.
Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila menemukan wilayah yang mulai mengalami kesulitan air bersih. Pelaporan sejak dini sangat penting agar proses pendataan, koordinasi, dan penyaluran bantuan dapat dilakukan lebih cepat.
Warga yang mengetahui adanya daerah terdampak kekeringan dapat menyampaikan laporan kepada Posko Siaga Kekeringan BBWS Brantas. Partisipasi masyarakat diharapkan membantu pemerintah dalam memetakan wilayah terdampak dan memastikan bantuan air bersih diterima oleh warga yang benar-benar membutuhkan.
Kesadaran bersama dalam menjaga sumber air, menghemat pemakaian, dan melaporkan kondisi kekeringan menjadi langkah penting untuk memperkuat ketahanan air selama musim kemarau.
Repoter: Muchamad Rizqy A
Editor: Respatie
Sumber: pu_sda_brantas







