YOGYAKARTA, analisapublik.id – Jalan Baru Kretek–Girijati sepanjang 5 kilometer yang menghubungkan Kabupaten Bantul dan Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mulai dibuka untuk uji coba open traffic pada Senin, 14 September 2026.
Pembukaan uji coba tersebut langsung dimanfaatkan masyarakat untuk menjajal ruas baru yang menghubungkan kedua wilayah. Sejumlah warga memberikan respons positif terhadap kondisi jalan dan kelengkapan fasilitas keselamatan yang tersedia.
Darsono, warga Gunungkidul yang bekerja di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, turut mencoba jalan tersebut saat pulang ke kampung halaman.
“Alhamdulillah, kesan saya luar biasa. Mudah-mudahan ini nanti menjadi daya tarik bagi para wisatawan. Saya akan membawa cerita tentang kemegahan jalan ini kepada rekan-rekan saya di Kalimantan Selatan,” ujar Darsono.
Kesan positif juga disampaikan Sidik Nur Wahyuningsih, warga Wonosari, Gunungkidul. “Struktur jalannya bagus, megah. Semoga pengguna jalan semakin nyaman dan nantinya bisa menikmati pemandangan yang luar biasa,” ungkap Sidik.
Aspek keamanan, kenyamanan, dan keselamatan pengguna menjadi perhatian selama uji coba. Ruas Kretek–Girijati telah dilengkapi marka jalan, guardrail, guide post, penerangan jalan umum, serta rambu-rambu lalu lintas.
Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah Provinsi DIY, Tisara Sita, mengatakan audit keselamatan jalan pra-pembukaan lalu lintas telah dilakukan sebelum trial open traffic.
“Selama masa uji coba, kami akan melakukan evaluasi terhadap kelaikan jalan, perlengkapan lalu lintas, keselamatan pengguna jalan, serta perilaku masyarakat dalam menggunakan ruas jalan baru ini,” ujar Tisara.
Masa uji coba berlangsung pada 14–20 September 2026. Masyarakat diimbau tetap berhati-hati, mematuhi seluruh rambu, tidak berhenti sembarangan, dan tidak berjualan di sepanjang ruas jalan agar keselamatan serta kelancaran lalu lintas tetap terjaga.
Jalan Baru Kretek–Girijati menjadi salah satu akses penghubung Bantul dan Gunungkidul. Kehadirannya diharapkan mendukung mobilitas masyarakat sekaligus memberikan akses lebih baik menuju kawasan di kedua wilayah tersebut.
Selama evaluasi, kondisi jalan dan perilaku pengguna akan menjadi perhatian petugas untuk memastikan ruas baru dapat digunakan secara aman sebelum tahapan berikutnya dilaksanakan lebih lanjut.






